Atlet Renang Lukman Niode Dimata Senior

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Atlet Renang Lukman Niode Dimata Senior

Sabtu, 18 April 2020




SURABAYA,  Mantan atlet renang Naniek Juliati Soewadji, mengaku kehilangan atas meninggalnya Lukman Niode, di Rumah Sakit Pelni, Jakarta, Jumat 17 April 2020.

Naniek, menceritakan sosok juniornya itu di dunia olahraga renang. Menurutnya, almarhum sangat yang rendah hati.

"Lukman itu junior saya. Satu leting di bawah saya tujuh tahun. Sesama atlet, saya merasa kehilangan," kata Naniek, kepada wartawan.

Naniek tidak menyangka kalau Lukman Niode, atlet renang yang pernah membela Indonesia di Olimpiade 1984, lebih dahulu meninggalkannya.

"Padahal baru tiga hari masuk rumah sakit. Secara umur, Lukman masih muda," tuturnya.

Selama hidup, menurutnya, Lukman termasuk orang baik, tidak sombong dan tidak pernah menunjukkan kelebihannya kepada orang lain, meskipun pernah sukses di Olimpiade 1984.

"Semoga amal kebaikannya diterima Tuhan dan prestasinya bisa menjadi tauladan bagi atlet-atlet lainnya," katanya.

Lukman Niode sebelumnya sempat dikabarkan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dan menjalani perawatan di RS Pelni Jakarta. Namun, belum diketahui penyebab Lukman Niode meninggal dunia. (Red).