Babinsa Kreatif, Dua Hari Rubah Rongsokan Jadi Perontok Padi

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Babinsa Kreatif, Dua Hari Rubah Rongsokan Jadi Perontok Padi

Senin, 06 April 2020

JAKARTA,Global-satu.com - Berkat kreativitas Babinsa Koramil 10/Kota Kodim 1012/Buntok, Sertu Randa Hartono, hanya dalam waktu dua hari berhasil merubah barang rongsokan menjadi alat perontok padi  yang bermanfaat bagi warga desa Sababilah di Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos dalam rilis tertulisnya, Minggu (5/4/2020).



Disampaikan Kapendam, alat perontok padi hasil rakitan Babinsa tersebut dengan memanfaatkan barang bekas yang dibelinya dari tukang rongsokan.

"Memanfaatkan barang bekas, seperti drum bekas, besi ranjang bekas, as mesin klotok bekas, dan lain-lain," kata Aulia.

"Dan proses pembuatannya mulai dari merancang dan perakitannya membutuhkan waktu dua hari, dan sistem penggeraknya secara manual," jelasnya.



Lebih lanjut disampaikan, dengan alat perontok padi ini, diharapkan  mampu membantu meningkatkan kesejahteraan  warga di Desa Sababilah yang kebanyakan berprofesi sebagai petani padi.

"Selama ini, petani padi di desa tersebut, merontokkan padi secara tradisional dengan cara menginjak-injaknya," kata Aulia.

"Dengan alat perontok padi rakitan Babinsa ini, diharapkan dapat meringankan pekerjaan dan meningkatkan hasil panen para petani," lanjutnya.

Sementara itu, dijelaskan Sertu Randa Hartono bahwa ide merakit alat perontok padi ini, karena dirinya dan para petani lain sering tidak dapat menyelesaikan panen  dengan baik.

"Awalnya saya berencana untuk membeli alat perontok padi, namun tidak jadi karena uangnya dipakai untuk biaya kuliah anak saya," kata Randa.

"Dan akhirnya saya memutuskan untuk merakit sendiri dengan menggunakan barang rongsokan," lanjutnya.



Lebih lanjut Randa berharap, kehadiran alat perontok ini dapat memotivasi para petani di Desa Sababilah, untuk lebih giat lagi dalam menanam padi dan dapat menyelesaikan panennya dengan baik.

"Semoga para petani dapat menyelesaikan proses panen padinya dengan baik dengan hasil panen yang meningkat," harap Randa.

"Sehingga dapat menambah kesejahteraan petani dan mendukung pemerintah dalam menuju swasembada pangan, terutama tanaman padi," lanjutnya.

Di tempat terpisah, Kuda Besi (40) yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa Sababilah, memberikan apresiasi terhadap alat perontok padi hasil rakitan Sertu Randa Hartono.

"Walau sederhana dan manual, ini menjadi motivasi dan inspirasi petani di sini yang selama ini bertani dengan cara tradisional," kata Kuda Besi.

"Mudah-mudahan kedepan, dapat dikembangkan oleh pihak terkait untuk mendukung meningkatkan pertanian di desa ini," pungkasnya.(*)

 (Dispenad).