KUPP Kelas II Tanjung Redeb Akan Lakukan Evaluasi Pemanduan dan Penundaan Kapal di Wilayah Kerja UPP Kelas II Tanjung Redeb

KUPP Kelas II Tanjung Redeb Akan Lakukan Evaluasi Pemanduan dan Penundaan Kapal di Wilayah Kerja UPP Kelas II Tanjung Redeb

Minggu, 31 Mei 2020

BERAU,GLOBAL-SATU.com - Kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb, Berau akan melakukan pertemuan dengan para pemilik kapal beserta perusahaan pelayaran yang ada di Kabupaten Berau pada Selasa, 2 Juni 2020 pukul 9.30 Wita di Ruang Rapat Kantor UPP Tanjung Redeb.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan sebagai bahan  evaluasi jasa pemanduan dan penundaan kapal di wilayah kerja yang dilaksanakan oleh PT. Pelindo di periode tahun 2020 ini, khususnya bagi kapal-kapal yang wajib pandu (500 GT ke atas).

Agenda kegiatan tersebut menurut Kepala KUPP Tanjung Redeb merupakan agenda rutin secara periodik yang selalu dilakukan KUPP.


"Untuk itu kami sudah menyurati perusahaan-perusahaan pelayaran, khususnya anggota INSA, terkait rencana kegiatan evaluasi jasa pemanduan dan penundaan kapal-kapal di wilayah kerja UPP Kelas II Tanjung Redeb tersebut", kata Arifai, SE, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tanjung Redeb diruang kerjannya  Sabtu (30/5/2020). 

Kegiatan dimaksud bertujuan untuk mendengar dan mendapatkan masukan dari para pemilik kapal, perusahaan pelayaran/agen sebagai bahan evaluasi tentang apa yang sudah dilaksanakan oleh Pelindo selaku penyedia jasa pemanduan kapal khususnya di wilayah kerja KUPP Kelas II Tanjung Redeb.

"Karena kami Syahbandar, disini selaku superintendent, sementara terkait pelaksanaan pemanduan semuanya sudah dilimpahkan ke Pelindo. Kami ingin mengetahui tingkat kepuasan para pelanggan sebagai perusahaan pelayaran sejauh ini seperti apa, atau adakah keluhan atau ada masalah-masalah yang perlu kita recovery kembali atau ditingkatkan", ujar Arifai. 

Ia menambahkan , bahwa Pelindo sudah membuat SLA (Service Level Agreement) dan SLG (Service Level Guarantee) sebagai acuan pelayanan jasa pemanduan. Salahsatunya terkait kepuasaan pelanggan, bila ada yang belum terpenuhi, maka sudah menjadi kewajiban Pelindo untuk membenahinya.

Evaluasi jasa pemanduan ini rutin dilakukan untuk mengetahui seperti apa bentuk pelayanan yang telah dilakukan dan juga ingin mengetahui sejauh apa tingkat kepuasan para pengguna jasa sampai saat ini, ataupun terkait masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan jasa pemanduan/penundaan kapal sampai saat ini yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki sehingga semuanya memenuhi standard pelayanan sebagaimana yang diharapkan.

"Evaluasi ini kalau di tingkat kementerian dilakukan per 6 bulan sekali, jadi kami disini harus melakukan evaluasi di tingkat UPP terlebih dahulu dan hasilnya dilaporkan ke Dirjen Perhubungan Laut", pungkasnya.


Selaku pelaksana kebijakan di bidang kepelabuhanan, Arifai berharap agar Pelindo selaku pelaksana Jasa pemanduan lebih profesional lagi karena terkait dalam jasa pemanduan ini ada konstribusi Pelindo terhadap PNBP melalui KUPP, sehingga bila pelayanan itu baik dan meningkat maka secara keseluruhan KUPP Kelas II Tanjung Redeb juga akan dapat meningkatkan konstribusi PNBP kepada negara. (irw)