Pantai Bambarano, Dari Romansa Kawula Muda Hingga Mitos Jejak Telapak Sawerigading

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Pantai Bambarano, Dari Romansa Kawula Muda Hingga Mitos Jejak Telapak Sawerigading

Minggu, 21 Juni 2020



SULTENG (SABANG),GLOBAL-SATU.com - Cerita tentang keindahan pantai Bambarano tak lepas dari mitos tentang Sawerigading yang diyakini secara turun temurun oleh masyarakat setempat. Lubang yang menganga sebesar telapak kaki raksasa diatas bongkahan karang diyakini bekas jejak telapak sang legenda Sawerigading.

Pantai Bambarano berjarak 145 KM dari Palu ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Tepatnya di desa Sabang, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, dengan waktu tempuh 3-4 jam perjalanan.

Disaat akhir pekan, pantai yang di merupakan pertemuan air tawar dan air laut ini menjadi destinasi wisata paling favorit khususnya kaum remaja. Mulai dari yang datang sekedar berfoto ria sampai yang menghabiskan seluh malamnya disini.



Selain pasirnya yang putih dan lautnya yang bening, pantai mungil ini juga menyuguhkan keindahan yang tiada tara disaat matahari terbit. Rona merah matahari pagi semakin menambah romantisme para pengunjungnya.

Apapun itu, cerita tentang keindahan pantai Bambarano tak lepas dari mitos jejak telapak sang legenda Sawerigading. Cerita kesohor itu selalu dituturkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat. [Joem Jumain]