Polres Berau Gelar TFG Dan Simulasi Penanggulangan Karhutla

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Polres Berau Gelar TFG Dan Simulasi Penanggulangan Karhutla

Selasa, 21 Juli 2020


BERAU, GLOBAL-SATU.com - Kepolisian Resor (Polres) Berau laksanakan TFG (Tactical Floor Game) dan simulasi penanggulangan karhutla yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna R.E. Widargo  dipimpin langsung Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning W, S.I.K .  TFG dan Simulasi tersebut juga diikuti oleh  Wakapolres Kompol Andin Wisnu Sudibyo, S.IK., M.H., Kabag Ops Kompol Damus Asa, S.H., S.I.K., para Kapolsek jajaran, Danramil Tanjung Redeb, Babinsa Gunung Panjang, Camat Tanjung Redeb, Lurah Gunung Panjang, personel Polres dan Polsek jajaran, TNI dan Aparatur
Sipil Negara,Selasa 21/7/2020.


Sebelum simulasi, dilakukan  TFG dimana pemaparan untuk mensimulasikan pergerakan dari unsur-unsur, pelaku atau orang melalui sebuah peta yang diletakkan di lantai.


Usai TFG, dilaksanakan simulasi penanggulangan dan penanganan karhutla didepan Gedung Widargo. Simulasi penanggulangan karhutla dapat diuraikan dalam skenario sederhana misalnya sebagai contoh
Pada Senin, 20/7/2020, sebuah titik api (hotspot) terpantau wilayah Polsek Tanjung  Redeb tepatnya di Kelurahan Gunung Panjang oleh Piket Command Center Polres Berau melalui aplikasi Lancang Kuning.



Piket Command Center kemudian meneruskan informasi hotspot yang terpantau tersebut ke Kabag Ops Polres Berau. Petugas piket kemudian menghubungi personel Polri terdekat, dalam hal ini adalah Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Panjang.


Petugas piket juga menginformasikan titik koordinat (2.0136497,117.484395) lokasi titik api ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Panjang.


Kemudian Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Panjang  menghubungi Babinsa dan Lurah Gunung  Panjang, untuk bersama-sama menuju titik api dan melakukan upaya pemadaman.


"Perlu untuk diketahui bersama, kendaraan roda dua milik Bhabinkamtibmas sudah dimodifikasi
sedemikian rupa dengan alat-alat sederhana seperti alat sedot yang cukup ringan dan selang
secukupnya. Cara kerja motor tersebut sangat sederhana, yaitu alat sedot yang dipasang ke motor kemudian dihubungkan ke embung atau genangan air yang ada disekitar titik api. R2  tersebut sengaja dimodifikasi guna mencapai tempat yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan pemadam yang ada."jelas Kapolres .


Lebih lanjut dijelaskan ,jika api belum bisa dipadamkan dan semakin membesar, Bhabinkamtibmas Gunung Panjang  kemudian menghubungi Kapolsek Tanjung Redeb untuk meminta petunjuk selanjutnya.
Kapolsek Tanjung Redeb kemudian menghubungi Kabag Ops untuk melaporkan situasi bahwa api semakin membesar dan selanjutnya mohon bantuan.



"Kabag Ops menerima laporan lalu menghubungi Polsek Rayonisasi untuk membantu Polsek Tanjung Redeb memadamkan api. Polsek Rayonisasi adalah gabungan beberapa Polsek terdekat. Dalam hal ini Polsek Tanjung Redeb berdekatan dengan Polsek Sambaliung dan  Polsek Gunung Tabur. Polsek Rayonisasi kemudian menuju lokasi karhutla dengan membawa peralatan pemadaman menggunakan R4 yang juga telah dimodifikasi, lalu api berhasil dipadamkan,"paparnya.


Kemudian, lanjutnya , dalam simulasi tersebut personel melakukan penyisiran dan ditemukan seorang  warga yang diduga sebagai pelaku pembakaran hutan dan lahan, yang kemudian diamankan di  Polsek Tanjung Redeb.


"Setelah yang diduga sebagai pelaku tersebut diamankan, Satbinmas Polres Berau melaksanakan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat tentang bahaya karhutla serta mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,"kata Kapolres.


Setelah itu , Kapolsek Tanjung Redeb kemudian melaporkan situasi ke Kabag Ops. Sedangkan Kabag Ops meneruskan hasil laporan dari Kapolsek Tanjung Redeb kepada Kapolres Berau. Kapolres menerima laporan. Lalu memerintahkan Kabag Ops untuk membuat laporan di aplikasi Lancang Kuning oleh petugas piket Command Center.


"Kabag Ops kemudian meneruskan perintah dari Kapolres Berau ke petugas piket Command  Center agar segera dibuatkan hasil kegiatan penanggulangan karhutla di aplikasi Lancang Kuning,"tutupnya.


Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan penyerahan kendaraan inventaris Polres berupa R4 dan R2 kepada Kapolsek Jajaran yang berpotensi terjadi karhutla. Kegiatan selesai sekitar pukul 10.40 wita.


Dalam pelaksanaan TFG dan simulasi penanggulangan karhutla dilakukan dengan mengikuti  protokol kesehatan pencegahan Covid-19.