BNPB Gandeng K/L dan Perguruan Tinggi Kembangkan Sistem Literasi Sejarah Kebencanaan

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

BNPB Gandeng K/L dan Perguruan Tinggi Kembangkan Sistem Literasi Sejarah Kebencanaan

Senin, 31 Agustus 2020


YOGYAKARTA,GLOBAL-SATU.com  - Kedeputian Bidang Sistem dan Strategi BNPB melalui Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana menyelenggarakan Workshop Rancang Bangun Sistem Literasi Sejarah Kebencanaan di Yogyakarta pada Rabu (27/8). Kegiatan yang mengambil lokasi di Hotel Eastparc Yogyakarta ini juga dilaksanakan melalui virtual meeting bagi yang tidak bisa hadir langsung secara fisik.

 

Dengan diikuti 21 partisipan yang hadir fisik dan 30 hadir lewat virtual meeting, workshop ini dibuka secara langsung oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi Ir. Berardus Wisnu Widjaja, M.Sc. Hadir pula dalam kegiatan ini perwakilan dari Bappenas, Perpustakaan Nasional RI, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Museum Sonobudoyo Yogyakarta, BPBD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta beserta BPBD Kabupaten/Kota disekitarnya, BPBD Provinsi Maluku, UPN Veteran Yogyakarta, Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRS)/Unsyiah, dan U-Inspire.

 

Memulai sambutannya, Wisnu kembali mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan di luar kantor atau bahkan keluar daerah sebagai ajang untuk mencoba protokol kesehatan sampai sejauh mana diterapkan dalam pertemuan di luar kantor.

 

"Ini memang berisiko tapi kita harus berani menghadapi risiko ini karena kita adalah pelaku dalam penanganan bencana. Kita mulai masuk kebiasaan baru, harus berani lebih aktif, bisa beradaptasi dengan situasi baru, bisa lebih produktif tetapi tetap aman terhadap COVID-19," ujar Wisnu.

 

Kedeputian Sistem dan Strategi serius melihat kebencanaan dari sisi arsip dan sejarah yang terjadi, karena bahwa pengalaman adalah guru terbaik sehingga beberapa informasi-informasi lama sangat membantu dalam memecahkan masalah di masa mendatang khususnya dalam hal kebencanaan.

 

Workshop ini juga mengundang beberapa narasumber antara lain Dr. Bambang Hudayana dari Universitas Gadjah Mada yang membawakan materi Studi Arsip dan Literasi Kearifan Lokal Masyarakat di Lereng Merapi, adapula narasumber dari Museum Sonobudoyo Yogyakarta Ery Sustiyadi, ST., MA. yang mengulas Koleksi Kebencanaan Sonobudoyo yang terkait dengan peristiwa kebencanaan dimasa lalu serta narasumber dari U-Inspire Mizan B.F.Bisri, Phd dengan paparannya tentang Sistem Pengembangan dan Pengelolaan Arsip dan Literasi Kebencanaan (Ide Untuk Pengembangan Portal).

 

Tentu saja masukan dari para narasumber maupun undangan yang hadir sangat memberi gambaran lebih luas bagaimana nantinya sistem literasi sejarah kebencanaan akan dibangun dan dikembangkan.