Tanah Longsor Kembali melanda Jalan Kakap Samarinda

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Tanah Longsor Kembali melanda Jalan Kakap Samarinda

Sabtu, 29 Agustus 2020

SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com -  Musibah tanah longsor kembali terjadi di kawasan pemukiman Jl.Kakap Rt 24, kelurahan Sungai Dama, kecamatan Samarinda Ilir, warga kahawatir akan terjadi pergerakan tanah saat terjadi hujan.

Pasca diguyur hujan deras pada , Kamis sore ( 27/8/2020) kemarin. kawasan pemukiman lereng gunung puncak steling, mengalami pergerakan tanah yang berakibat longsor.

Dari pantauan di lokasi, area lahan perkebunan dilereng gunung yang kerap di jadikan warga  setempat untuk berkebun tanaman singkong, mengalami longsor hingga membuat tanah retak dan bergerser, selai itu sebuah pohon kelapa bergerser sejauh hampir 10 meter kebawah lereng, akibat aliran air hujan sebuah batu besar tergelincir dari pegunungan hingga nyaris menimpa salah satu rumah warga.

Ditengah cuaca cerah, sekitar pukul 10.00 Wita  sejumlah warga tampak sedang disibukkan dengan aktivitas  mengeluarkan barang berharganya lantaran  kahawatir terjadi pergerakan  tanah susulan, seperti yang diungkapkan salah  seorang warga yang saat kejadian tengah berada dirumah.

" Kalau untuk pertama kali ( longsor,red) pagi, pagi itu sudah longsor sedikit cuman saya tinggal kerja, malamnya kisaran jam setengah sembilan malam mulai runtuh, ada batu batu udah lumayan besar jatuh ke bawah" ucap Imron (35) Warga Rt 24 saat ditemui dilokasi.

Merasa kahawatir  terjadinya longsor susulan, Imron bergegas mengeluarkan barang - barang rumahnya.

" Ya Packing-packing( beres- beres, Red) soalnya ada kemungkinan ada batu yang lebih besar yang akan turun, apalagi cuaca nya sekarang sedang mendung" ujar Imron.

Sementara itu ketua rt 24 Lapakahi (60) dikediamnnya menjelaskan hingga saat ini terdapat 20 orang warga yang tempat tinggalnya harus dikosongkan, mengingat apabila terjadi cuaca hujan pergerakan tanah dapat terjadi dan membahayakan.

"Harapannya secepatnya segera diatasi kalau ada hujan langsung turun ( longsornya,red)" jelasnya.

Petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda bidang rekontruksi dan rehabilitasi Sabran Umat yang ditemui saat memeriksa sebuah batu besar yang hampir menimpa salah satu rumah di Rt 24, mengatakan hingga saat ini (Jumat, 28/8/2020) pihaknya belum menerima informasi dari Kelurahan Sungai Dama, terkait musibah tanah longsor.

" Namun dalam hal ini namanya juga tugas kami sebelum ada surat dari kelurahan, kami turun kelapangan untuk meninjau secara langsung di lokasi kejadian tersebut ( tanah longsor, red)" katanya.

Sebagai langkah awal penanganan tanah longsor, akan dibicarakan dengan pihak terkait baik terhadap Dinas PUPR maupun PERKIM.

"Biasanya untuk Keselamatan manusianya kami ungsikan,untuk materi nya ditangani pihak kelurahan" pungkasnya.

Sebelumnya pada Kamis malam, lurah BPBD  dan bearta para relawan berada di lokasi longsor untuk melakukan pengawasan , kawasan sekitar longsor dipasangi lampu penerangan, dan garis polisi sebagain tanda kawasan berbaya.(N Dwi A)