24 C
id

Gali Potensi Sumber Daya Alam Pulau Maratua , TNI Lakukan Survei



BERAU ,GLOBAL-SATU.com - Bertempat di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau Jalan APT.Pranoto Kecamatan Tanjung Redeb Kabupaten Berau telah dilaksanakan giat Survei Pendalaman Persoalan Pulau Maratua Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur yang di hadiri sekitar 30 orang ,Kamis 3/9/2020.


Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten III Drs.H.A.Ismail, Pabandya Data Pottaswilnas Paban VI/ Taswilnas Ster TNI Letkol Kav Mamad Halawi, Pabanda Data Pottaswilnas Ster TNI Mayor Inf Wawan Setiawan, Kaumin Paban VI/Taswilnas Ster TNI PNS Priyatno, Pasi Ter Kodim 0902/Trd Kapten Arm Rudy Cahyono,Kepala Bapelitbang Ir.H.Agus Wahyudi,
Kepala BPBD H.Thamrin, S.Sos,Kepala Dinas Perumahan dan  Berau Achmad Syahid, SH, MH . 



Pembukaan acara yang diawalai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Tim Survei Mabes TNI ,Letkol Kav Mamad Halawi.


Menurutnya, wilayah perbatasan Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, laut dan udara serta daerah pulau pulau kecil merupakan wilayah strategis, terutama dalam aspek pertahanan.Selain itu, wilayah perbatasan merupakan garda terdepan Negara Indonesia yang perlu terus di kembangkan dan dikelola dengan baik guna meminimalisir potensi perambahan dan  mengoptimalkan sumberdaya wilayah perbatasan, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun ilmu pengetahuan untuk kepetingan kesejahteraan masyarakat.


"Pengelolaan wilayah perbatasan sehingga program pembangunan indonesia salah satunya diwujudkan dengan mengubah wajah perbatasan negara termasuk pulau pulau terkecil terluar menjadi kawasan yang maju dan berdaya saing,"ungkapnya.


Selain itu , untuk mendukung upaya pengelolaan dan pengembangan, diperlukan langkah langkah terpadu dari seluruh stakeholder termasuk TNI.


"Untuk pulau pulau kecil terluar terkait dengan itu, TNI akan melakukan pengumpulan data atau survei dalam bentuk kegiatan pendalaman potensi perbatasan wilayah dan pulau pulau terkecil khususnya maratua Kabupaten Berau, guna kepentingan penyusunan naskah akademi yang nantinya di harapkan dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam berurusan kebijakan penyelesaian permasalahan serta pengembangan kawasan perbatasan dan pulau kecil terluar,"paparnya.


Guna kelancaran pelaksanaan kegiatan ini tentu partisipasi dan dukungan dari segenap kompenen masyarakat di wilayah ini sangat kami perlukan sehingga data yg aktual kami peroleh sesuai kebutuhan .


Letkol Kav Mamad Halawi mengaku bangga  dengan sumber daya alam yang dimiliki pulau Maratua dan memilih pulau Maratua sebagai tempat dimana di lakdanaknnya survei.



"Kami memilih pulau Maratau sebagai tempat survei kami, karena itu bapak dan ibu patut bangga dengan sumber daya alamnya. Kami membaca di medsos dan media bahwa Sumber daya alam yang dimiliki Pulau Maratua mempunyai potensi yang besar dalam hal pariwisata maupun ekonomi yang bisa di garap, inilah yang membuat kami tertarik,"ujarnya.


Asisten III Drs.H.A.Ismail yang mewakili Bupati Berau Muharram,S.Pd.,M.M, mengucapkan  selamat datang kepada rekan-rekan dari Mabes TNI di Kabupaten Berau. Ia juga berharap   agar hal ini menjadi awal yang baik dalam jalinan kerja sama kita ke depan dalam upaya perwujudan ketertiban wilayah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Pulau Maratua adalah pulau spesial nan seksi, yang terletak di Laut Sulawesi berada dekat Malaysia dan Filipina dengan luas daratan 384,36 Km2 dan luas perairan 3.735,18 Km2, dengan 4 kampung yaitu Kampung Teluk Harapan, Bohe Silian, Payung-Payung dan Kampung Teluk Alulu. Pulau Maratua dikelilingi beberapa pulau-pulau kecil disekitarnya yang menawarkan pemandangan berupa pesona alam pasir putih dan pantai yang indah .


"Selain pantai dan pasir yang menawan Pulau Maratua juga memiliki alam bawah laut yang sangat indah dan surga bawah laut bagi pencinta diving dengan beberapa spot selam yang masih asri dan alami seperti spot Barracuda, Napoleon, Penyu, Hiu, Pari Manta, dan lain lain,"kata Asisten III.


Ia juga menambahkan, khusus untuk bidang perikanan, Pulau Maratua mempunyai potensi yang sangat menjanjikan, terutama untuk budidaya keramba jaring apung, khususnya ikan kerapu yang hingga Agustus 2020 telah melakukan transaksi ekspor sebanyak 43.209 kg, dan di masa pandemi seperti sekarang kegiatan ekspor tetap berjalan namun mengalami penurunan sekitar 50 persen.


"Selain itu, Pulau Maratua juga kaya akan budidaya lobster dan telah mendapatkan izin dari PT. Graha Food. Baik kerapu maupun lobster berasal dari tangkapan alam karena belum ada hatchery atau pembenihan,"pungkasnya.


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4