Lewat Aksi Damai , Insan Pers Bekasi Mengutuk Oknum Yang Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Lewat Aksi Damai , Insan Pers Bekasi Mengutuk Oknum Yang Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis

Rabu, 02 September 2020



BEKASI ,GLOBAL-SATU.com  - Sejumlah insan pers dibekasi raya, gelar aksi  damai ini diperempatan lampu merah cibitung, cikarang barat, Kabupaten Bekasi dilakukan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bekasi Raya, dalam bentuk solidaritas terhadap Jurnalis SCTV -Indosiar Ardy Yohaba yang juga sebagai wakil ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Lampung Utara.

Dalam aksi damai itu , menuntut agar penegak hukum menindak dengan tegas segala bentuk kekerasan maupun intimidasi yang terjadi bagi para insan pers ketika menjalankan tugasnya. Selasa 01 September 2020

Rahmat hidayat, ketua IJTI Bekasi Raya, dalam aksi damai dilakukan sebagai bentuk nyata solidaritas insan pers dan berharap aksi ini menjadi yang terakhir. Dia juga menghimbau agar aksinya dapat didengar oleh Exsekutif, Legislatip dan Yudikatip

"Aksi damai ini merupakan bentuk solidaritas terhadap rekan kita yang selama bertugas mendapatkan tindakan kekerasan. Dan itu jelas pelaku telah melanggar kode etik dan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik serta mengancam kebebasan pers" ujarnya.




Atas tindakan premanisme yang menghalangi produk jurnalistik itu IJTI Bekasi Raya menyatakan sikap.

Mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oknum panitia terhadap jurnalis SCTV-Indosiar Ardy Yoehaba, berharap POLRI dapat menentukan sikap untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku premanisme terhadap Jurnalis. Meminta Dewan pers dan IJTI pusat melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap korban selama proses hukum berlangsung. 

Menghimbau kepada semua jurnalis TV di daerah untuk melakukan aksi solidaritas terhadap aksi kekerasan ini karena sudah mengancam kebebasan pers.

Meminta kepada seluruh jurnalis televisi tetap melakukan peliputan sesuai kaedah dan kode etik jurnalistik.

Di tempat terpisah Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia Kota Bekasi Jerry mengatakan, Mengecam keras "Aksi Brutal dan Premanisme"yang dilakukan Oknum Ketua panitia pelaksana "Bupati Cup Lampung Utara", Juanda Basri, terhadap jurnalis biro SCTV-Indosiar, Ardy Yoehaba selaku wakil ketua AWPI DPC kabupaten Lampung Utara,"tegas nya.

Lanjut Jerry, kami selaku Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bekasi mendukung penuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Propinsi Lampung "Serukan perlawanan kekerasan terhadap jurnalis" dan meminta DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Lampung Utara untuk mengawal hingga tuntas,"ucapnya.

Sebelumnya ramai diberitakan mengenai wartawan media online bernama Demas Laira (28) di Sulawesi Barat yang ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di pinggir Jalan Trans Sulawesi, pada Kamis (20/8) lalu dan juga tindakan pemukulan dan perampasan kamera jurnalis biro SCTV – Indosiar, Ardy Yohaba saat meliput Sepakbola Piala Bupati Cup di Stadion Sukung Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung utara pada Jumat 28 Agustus 2020 lalu. (Fthr)