Polsek Segah Amankan Seorang Penjual Miras Jenis Ciu Tanpa Ijin

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Polsek Segah Amankan Seorang Penjual Miras Jenis Ciu Tanpa Ijin

Selasa, 01 September 2020

BERAU,GLOBAL-SATU.com - Polsek Segah  mengamankan  AA (40)   pelaku  penjual dan menyimpan minuman keras jenis ciu  yang berada di Jalan Poros Kilo meter 06 Kampung Tepian Buah, kecamatan Segah, Kabupaten  Berau,Senin 31/8/2020.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo S.I.K melalui Kasubag Humas Polres Berau IPDA L Pinem mengungkapkan ,Senin tanggal 31 Agustus 2020, srkitar pukul 21.00 wita Personil polsek segah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di pondok saudara AA ada menjual Miras jenis Ciu tanpa dilengkapi izin dari pihak berwenang.


"Kemudian, sekitar pukul 21.30 Wita, Personil Polsek Segah mendatangi Pondok tersebut dan melakukan penggeledahan dan mendapati barang bukti 10 (Sepuluh) Dus berisi 247 (dua ratus empat puluh tujuh) minuman keras jenis ciu yang dikemas dalam botol minuman mineral yang disimpan di dalam pondok,"jelas L Pinem Selasa 01/9/2020.

Kemudian , lanjut L Pinem , saat itu juga pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Segah guna proses penyidikan lebih lanjut.

"Pasal yang disangkakan yaitu Tindak pidana ringan (TIPIRING) menguasai, menyimpan dan menjual miras tanpa surat ijin yang sah dari pejabat yang berwenang sesuai dengan pasal 3 ayat (1) perda Nomor 11 Tahun 2010 Tentang perubahan Perda pertama Perda Kabupaten Berau Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol dengan ancaman hukuman paling lama 3 bulan dan denda paling banyak Rp 50.000.000.," pungkasnya.