Gelombang Besar, Kapal Nelayan Milik Warga Kampung Batu Putih Tenggelam Di Perairan Manimbora

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Gelombang Besar, Kapal Nelayan Milik Warga Kampung Batu Putih Tenggelam Di Perairan Manimbora

Selasa, 20 Oktober 2020


BERAU ,GLOBAL-SATU.com - Telah terjadi kecelakaan air (laka air) yakni tenggelamnya kapal nelayan di perairan Pulau Manimbora, Kampung Batu Putih, Kecamatan Batu Putih,pada senin kemarin (19/10/2020),pukul 20.00 wita. Hal tersebut di ketahui setelah salah seorang warga Kampung Batu Putih bernama Amin (55) melaporkan kejadian itu pada Pos Polair Batu Putih.
.
Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning W, S.I.K., M.H. menjelaskan, tenggelamnya kapal nelayan tersebut berawal pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2020 sekitar pukul 20.00 wita, setelah seorang warga Kampung Batu Putih bernama Amin, telah menerima kabar melalui telepon dari korban atas nama Hakim (50) yang merupakan juragan kapal KM Sinar Surya yang saat itu sedang dibawanya. 

"Hakim mengabarkan perahunya tenggelam di perairan Pulau Manimbora saat sedang mencari ikan,"jelas Kapolres ,Selasa (20/10/2020).

"Dirinya mengatakan angin tiba-tiba menjadi kencang dan terjadi gelombang besar sehingga air laut masuk keperahu dan mengakibatkan kapal tenggelam,"sambungnya.


Setelah itu, lanjut Kapolres , barulah pada Selasa tanggal 20 Oktober 2020 sekitar pukul 08.00 wita, Amin melaporkan ke markas Pos Polair Batu Putih, kemudian Polair berkoordinasi dengan anggota Polsubsektor Batu Putih untuk melakukan pencarian.

"Para korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Korban yakni Hakim (55) juragan kapal, Heri (40) awak kapal, Salim (50) awak kapal, Riri (27) awak kapal, Ahmat (30) awak kapal,"ungkap Kapolres.

Saat ini para korban dibawa ke Pos Polair Batu Putih untuk dimintai keterangan. Sementara 
untuk kapal saat ini masih belum bisa dievakuasi, akibat cuaca buruk. Hanya barang-barang di dalam kapal beserta korban yang saat ini sudah dievakuasi.

Kapolres mengingatkan kepada para nelayan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi air dimohon untuk lebih berhati-hati, terutama perubahan cuaca yang terjadi sangat ekstrim belakangan ini.

"Kepada pemilik transportasi air diharapkan untuk selalu mengecek kelayakan kapal, perahu ataupun speed yang akan digunakan.
Selalu sediakan pelampung dan lain sebagainya sebagai alat perlindungan di jalur sungai dan laut,"pungkasnya.