Kalahar BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Banjir Dan Longsor Musim Hujan

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Kalahar BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Banjir Dan Longsor Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2020

KOTA BEKASI, GLOBAL-SATU.com - Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Agus Harpa mengimbau warga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor pada musim penghujan. 

Adanya RW Siaga, Pemuda Tanggap Bencana, dan Kelurahan Tangguh Bencana diharapkan juga berperan aktif bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk evakuasi warga terdampak bencana banjir dengan memprioritaskan pengamaman  terhadap orang tua, anak-anak dan wanita. 



Pemerintah Kota Bekasi melalui BPBD Kota Bekasi juga akan siap siaga membatu warga yang membutuhkan dapat bantuan saat datang bencana tersebut terjadi walaupun dengan SDM dan sarana prasarana yang belum mencukupi. 

"Maka, personil dan perahu karet disiagakan di 12 kecamatan yang ada. Dapur umum darurat juga sedia saat dibutuhkan," kata Agus Harpa, Jumat, (16/10) Sore

Sebagai deteksi dini banjir, BPBD Kota Bekasi bersama stakeholder terkait memantau 24 jam perbatasan termasuk di 5 titik pantau Kali Bekasi. Ini penting dilakukan sebab banjir terjadi diwilayah perumahan yang berada di sekitar aliran Kali Bekasi.

Nantinya saat ketinggian air sudah mulai tinggi, segera dapat cepat diinformasikan pada masyarakat siap siaga. Warga juga bisa dapat mulai memanfaatkan waktu untuk mengamankan dokumennya, surat berharga, perhiasan dan uang kes agar tindakkan mengevakuasi diri. 

"Informasi dari titik pantau cepat tersampaikan. Rata-rata bila hujan terjadi di hulu, 2  sampai 3 jam air kiriman datang. Ini ada jeda waktu masyarakat untuk berbenah diri," kata Agus Harpa. 

Menurutnya masyarakat itu tidak  menginginkan bencana ini terjadi seperti bencana darurat Covid-19 yang harus ditanganinya bersama. Tapi bencana banjir dan longsor juga menjadi perhatian kita untuk sedini mungkin diantisipasi agar tidak terjadi. 

"Maka saya juga terus mengimbau warga tidak membuang sampah di kali agar air kali tidak terhambat, kemudian rajin mengecek drainase saluran lingkungan sekitar untuk diangkut sedimentasi. Lanjutnya

Selain itu tidak kalah penting, meningkatkan kerjasama dengan semua unsur guna memudahkan komunikasi dan kordinasi pada saat datang bencana. 
 
"Lingkungan turut membantu proses penyelesaian sehingga masyarakat merasa aman dan terbantu" Tegasnya

BPBD Kota Bekasi menyiapkan sarana pengaduan melalui Call Centernya di nomor 081283957877. (Fthr)