Kota Bekasi Dan Kabupaten Bekasi Sudah Bekerjasama Tentang Lingkungan Hidup

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Kota Bekasi Dan Kabupaten Bekasi Sudah Bekerjasama Tentang Lingkungan Hidup

Selasa, 20 Oktober 2020

BEKASI - Tumpukan sampah sepanjang 200 meter menutupi aliran Kali Blencong di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Sampah ini menutupi seluruh badan sungai. Sementara Kota Bekasi dan Kabupaten. MoU, tentang LH sudah ditanda tangani 

Tumpukan sampah itu didominasi sampah rumah tangga, plastik, styrofoam, triplek, kayu, maupun ranting-ranting batang pohon. Menurut sejumlah warga, sampah itu telah menumpuk selama sepekan terakhir hingga menimbulkan bau tidak sedap.

Ketika hujan air naik, pasti ke sini bawa sampah banyak. Ini ada buktinya banyak gini," kata Sarmilih, salah seorang warga setempat, Selasa (20/10) Siang

Dia mengatakan tumpukan sampah ini sudah dilaporkan ke aparat desa setempat, namun sampah tersebut tidak kunjung diangkut.

"Jadi padahal ini kaya semacam rutin gitu, tiap hujan aja pasti sampah menumpuk. Kalinya udah dangkal kali. Harusnya diangkut terus dikeruk. Kalau menumpuk, ampun bau sekali," ucapnya.

Menurut dia, tumpukan sampah ini bukan berasal dari warga sekitar melainkan kiriman dari daerah lain, termasuk Kota Bekasi sebab lokasi sungai ini berdekatan dengan wilayah kota bahkan Kali Blencong pun mengalir dari Kota Bekasi.

"Kalau dari warga sini pasti tidak akan menumpuk, tidak akan sebanyak ini juga. Jadi ini mah kiriman dari kota,"katanya.

Dia berharap tumpukan sampah itu segera diangkut karena baunya telah mengganggu warga sekitar. "Ini bisa ganggu kesehatan, mana lagi COVID-19 gini. Terus kalau dibiarkan juga takutnya banjir, meluap ke warga,"ujar dia.

Disisi lain, menurut keterangan Sekretaris Desa Setia Asih Zainal membenarkan tumpukan sampah di Kali Blencong itu merupakan kiriman dari wilayah Kota Bekasi. Sebab Kali Blencong merupakan bagian dari hilir sungai yang hulunya di wilayah kota.



"Jadi hilirnya itu Desa Setia Asih lalu Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya terus menuju ke aliran banjir kanal timur. Jadi ini bukan hulu, karena kemarin ada hujan beberapa hari. Itu penyebabnya sampah ke bawa ke sini. Hulunya kan Kota Bekasi, hilirnya Kabupaten,"jelasnya.

Sementara itu , Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabupaten Bekasi Peno Suyatno mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi sudah melakukan berbagai upaya hanya saja tingginya intensitas sampah membuat sungai kembali menumpuk terlebih usai hujan turun.

"Sampah dari wilayah hulu Kota Bekasi terdorong mengalir ke hilir wilayah Kabupaten Bekasi. Apa adanya, jadi konsekuensi seperti itu. Kami sudah mulai membersihkan menggunakan alat berat, bersama dengan personel TNI. Setelah dibersihkan langsung kita buang ke TPA Burangkeng," jelas 
Peno Suyatno.

Temuan sungai sampah ini menjadi kesekian kali terjadi di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya belasan ton sampah pun diangkut dari sejumlah sungai, mulai dari Kali Pisang Batu hingga Kali Jambe. Ironisnya, sungai ini berasal dari wilayah kota dan yang menjadi korban selalu warga.  Tarumajaya yang tinggal di hilir sungai. (Fthr)