Kota Bekasi KEBAS TBC Dengan 5T Tercipta Bebas Tuberkulosis

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Kota Bekasi KEBAS TBC Dengan 5T Tercipta Bebas Tuberkulosis

Selasa, 20 Oktober 2020

KOTA BEKASI ,GLOBAL-SATU.com -Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi mengapresiasi program proyek perubahan yang dibuat oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati dengan tema Strategi Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui KEBAS (Kecamatan Bebas) TBC Dengan 5T Menuju Kota Bekasi Bebas Tuberkulosis . 

Acara launching Program Proyek Perubahan tersebut dilaksanakan di Gedung Islamic Center Kota Bekasi, Selasa ( 20/10/2020) yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi,  Camat Se-Kota Bekasi, Lurah-Se Kota Bekasi serta Seluruh Kepala Puskesmas Se-Kota Bekasi. 


Dalam arahannya dihadapan Lurah dan Kepala Puskesmas Se- Kota Bekasi, Wali Kota meminta angka TBC di Kota Bekasi harus menurun, untuk itu dibutuhkan komitmen bersama dari semua pihak serta penyelesaian-penyelesaian di masyarakat terkait TBC ini.

"Sistem jejaring dan penguatan database harus baik dan akurat sehingga penanganan permasalahan TBC dapat ditekan angkanya ,"jelas Wali Kota. 

"Saya  berharap adanya efek jangka panjang dari program inovasi proyek perubahan KEBAS TBC dengan 5T agar terciptanya Kota Bekasi bebas dari Tuberkulosis, atau minimalnya perkecamatan sudah dapat mengurangi kasus-kasus TBC dan tidak menularkan, " harap Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati dalam paparan singkat menerangkan perkembangan seputar penyakit Tuberkulosis yang ada di Kota Bekasi. Tercatat negara Indonesia masuk urutan ke-3 temuan kasus penyakit Tuberkulosis terbanyak di dunia dibawah negara India dan China, begitu juga di Provinsi Jawa Barat berada di posisi ke-3 dibawah Papua dan Banten. 

Untuk itu berangkat dari perkembangan TBC di dunia dan Indinesia yang memprihatinkan membuat dirinya mengeluarkan gagasan atau ide Inovasi dalam Proyek Perubahan  yang bertajuk "KEBAS (Kecamatan Bebas) TBC Dengan 5T, adapun 5T yang dimaksud adalah; 

T1 adalah Tersedianya SK PPM TBC Tingkat Kecamatan  dan Kelurahan

T2 adalah Tersedianya SK TIM DOTS di fasilitas pelayanan kesehatan,

T3 adalah Tersedianya SK Protokol Kesehatan TBC

T4 adalah Tersedianya Kartu Kendali Follow Up pemeriksaan laboratorium pengobatan pasien TBC oleh kader TBC pendamping

T5 adalah Tersedianya Kartu Kendali minum obat pasien TBC oleh kader TBC pendamping



Ditambahkan Tanti, bahwa bukan suatu hal yang mudah menjalankan proyek perubahan ini dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis ditengah pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di Kota Bekasi, sehingga akan banyak kendala yang dihadapi.

"Salah satu kendalanya adalah pembatasan terkait pertemuan secara langsung dengan adanya protokol kesehatan sehingga para kader dan tim yang mendampingi tidak dapat seterusnya melakukan kunjungan langsung namun bisa melalui virtual,"tutur Tanti.

"Selain itu dari segi pendanaan, tenaga dan perhatian semua masih terkonsentrasi kepada pencegahan penularan kasus  Covid-19,"sambung Tanti.

Namun dirinya optimis  kendala-kendala yang dihadapi tersebut  dapat terselesaikan dan diatasi apabila adanya dukungan dari semua pihak , sehingga apa yang diharapkan bersama dalam menekan angka TBC di Kota Bekasi dapat berjalan dengan baik melalui Program Proyek Perubahan ini, tandasnya. (Fthr)