24 C
id

Mahasiswa Blokade Perempatan Lembuswana Tolak Omnibus law





SAMARINDA, GLOBAL-SATU.com - Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (AMKM), memblokade perempatan jalan Mall Lembuswana Samarinda, sebagai lanjutan penolakan omnibus law Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta kerja.

Dalam aksinya, massa masih tetap bersikukuh dengan tuntutannya, yakni menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh pemerintah pusat dan DPR RI, Senin (5/10/2020) lalu.

Humas Aliansi Mahakam, Muhammad Akbar menuturkan, target aksi kali ini merupakan respon lanjutan atas disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang pada saat ini sudah menjadi undang-undang cipta kerja.

"Kemarin (Selasa) kami sudah melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim. Tapi aksi kedua ini kami melakukannya di Simpang 4 Lembuswana, untuk menunjukan bahwa Kaltim dengan tegas menolak disahkannya undang-undang tersebut," sebut Akbar, Rabu (7/10/2020).
Dalam tuntutannya juga, massa juga meminta agar eksekutif dan legislatif di Benua Etam bisa turut hadir dalam aksi ini, untuk menunjukan kepada pemerintah pusat bagaimana sikap Kaltim dalam merespon pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Iya benar. Kami berharap eksekutif dan legislatif bisa hadir disini," pungkasnya. (N Dwi A)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4