Mahasiswa Blokade Perempatan Lembuswana Tolak Omnibus law

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Mahasiswa Blokade Perempatan Lembuswana Tolak Omnibus law

Kamis, 08 Oktober 2020




SAMARINDA, GLOBAL-SATU.com - Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (AMKM), memblokade perempatan jalan Mall Lembuswana Samarinda, sebagai lanjutan penolakan omnibus law Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta kerja.

Dalam aksinya, massa masih tetap bersikukuh dengan tuntutannya, yakni menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh pemerintah pusat dan DPR RI, Senin (5/10/2020) lalu.

Humas Aliansi Mahakam, Muhammad Akbar menuturkan, target aksi kali ini merupakan respon lanjutan atas disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang pada saat ini sudah menjadi undang-undang cipta kerja.

"Kemarin (Selasa) kami sudah melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim. Tapi aksi kedua ini kami melakukannya di Simpang 4 Lembuswana, untuk menunjukan bahwa Kaltim dengan tegas menolak disahkannya undang-undang tersebut," sebut Akbar, Rabu (7/10/2020).
Dalam tuntutannya juga, massa juga meminta agar eksekutif dan legislatif di Benua Etam bisa turut hadir dalam aksi ini, untuk menunjukan kepada pemerintah pusat bagaimana sikap Kaltim dalam merespon pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Iya benar. Kami berharap eksekutif dan legislatif bisa hadir disini," pungkasnya. (N Dwi A)