RSUD dr. CHASBULLAH ABDULMADJID Kota Bekasi Belum Menerima Penyuntikan Vaksin COVID-19

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

RSUD dr. CHASBULLAH ABDULMADJID Kota Bekasi Belum Menerima Penyuntikan Vaksin COVID-19

Kamis, 29 Oktober 2020

KOTA BEKASI,GLOBAL-SATU.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang siap untuk menerima vaksin COVID-19.

"Bodebek adalah wilayah pertama di Jabar yang akan menjadi lokasi pertama penyuntikan vaksin COVID-19. Kota Depok adalah wilayah pertama di Jabar yang menjadi tempat vaksinasi COVID-19," kata Ridwan Kamil ketika meninjau langsung simulasi pemberian vaksin di Puskesmas Tapos Kota Depok Jawa Barat, Kamis (23/10) Malam



Menurut dia Bodebek merupakan daerah penyumbang mayoritas kasus positif COVID-19, karena 70 persen ada di Bodebek sehingga kita akan lebih dahulukan.

"Nanti yang disuntik vaksin jumlahnya tidak sedikit, mesti disesuaikan juga dengan jumlah puskesmas atau tempat-tempat lain yang akan dimanfaatkan untuk vaksinasi massal. Penyuntikan vaksin pun tidak cukup sekali," katanya.

Dikatakannya dalam simulasi dapat diketahui itu sebagai antisipasi dalam pelaksanaannya nanti. Pemerintah setempat mesti memastikan jumlah puskesmas mencukupi atau memadai untuk melaksanakan vaksinasi secara massal.

Jika memang tidak memadai, harus disiapkan tempat lain seperti gedung serba guna atau GOR lapangan bulutangkis dan semacamnya untuk bisa dipersipakan sebagai tempat vaksinasi massal.

Dalam simulasi tersebut juga dapat perhatikan penerima vaksin akan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu, selain tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Ketika sudah dilakukan vaksinasi harus ditunggu terebih dahulu selama tiga puluh menit setelah disuntik apakah ada reaksi langsung atau tidak. Proses vaksinasi membutuhkan sedikitnya satu sampai dua bulan.



Dia menerangkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan ke 9,1 juta masyarakat Indonesia saat ini sedang dalam tahap uji klinis MUI dan BPOM.

Dokter piket dirumah sakit umum kota bekasi RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. dr. Hendar mengatakan. Bahwa sampai saat ini dari pihak RSUD belum adanya pasien yang mendapatkan penyuntikan vakzin."Benar untuk penyuntikan vaksin covid 19 sampai saat ini belum ada ,  Rabu (28/10) siang" Kami siap menerima penyuntikan vaksin COVID-19, dari gubernur jawa barat

Sementara Dirut RSUD Kota Bekasi. Kustanto saat dikonfirmasi terkait penyuntikan vaksin covit-19 melalui telpon seluller atau HP. 08119.........tidak diangkat dan WA pun tidak dibalas. (Ant/Fthr)