24 C
id

Seminar Evaluasi Kolaborasi Multipihak Penyelenggaraan Program KKNT Covid-19


JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dengan multipihak berhasil menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Covid-19. Melalui kolaborasi ini, sumbangsih para mahasiswa dapat mempercepat penanganan pandemi di Tanah Air.

 

Pada akhir program KKNT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan seminar sebagai evaluasi dari kolaborasi multipihak yang melibatkan BNPB, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan perguruan tinggi. Seminar ini tidak hanya untuk mendapatkan masukan tetapi juga memperbaharui komitmen kolaborasi serta praktik baik selama KKNT.

 

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Aris Junaedi menyampaikan masyarakat dapat melihat dan merasakan manfaat dari program KKNT.

 

"Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi konkret mahasiswa dalam merespon polemik di masyarakat. Perubahan-perubahan yang dibawa mahasiswa tentu dapat dirasakan karena KKNT mengusung tema dari berbagai aspek, mulai dari pendidikan literasi dan numerasi anak-anak hingga masalah kesejahteraan masyarakat seperti ketahanan ekonomi dan pangan," jelas Aris pada seminar yang bertajuk "Mengawal Kolaborasi PT dan Wilayah untuk Keberlanjutan Program KKNT, pada Rabu (14/10) yang dilakukan secara virtual.

.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Udrekh mengatakan, mahasiswa memiliki peran penting dalam penyelenggaraan KKNT.

 

"Semangat mahasiswa adalah kekuatan luar biasa dan telah terbukti berhasil mengubah bangsa ini bahkan sejak zaman kemerdekaan," ujar Udrekh.

 

Sedangkan dari Kemendagri, Direktur Kelembagaan dan Kerja sama Desa Eko Prasetyanto menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung kembali kegiatan KKNT mengingat kegiatan ini memiliki semangat yang sama dengan Kemendagri. "KKN-T mengangkat berbagai tema yang sejalan dengan harapan kami untuk menyejahterakan desa," ujarnya.

 

"Kami siap mendukung dan membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan, kolaborasi program desa dengan mahasiswa tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," tambah Eko.

 

Dalam konteks praktik baik KKNT, Wakil Rektor IV Universitas PGRI Semarang Suwarno Widodo menyampaikan bahwa masyarakat mendapatkan manfaat dari program ini. Hal tersebut tidak terlepas dari kolaborasi multipihak, khususnya lima bidang terpusat.

 

"ABGCM, sebutan kami untuk menyingkat kelima bidang tersebut, academician, businessman, government, community dan mass media," ujarnya.

 

BNPB menyebut ABGCM ini sebagai pentaheliks penanggulangan becnana. Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Muhammad Chomsul menyampaikan kolaborasi dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana dan Satuan Pendidikan Aman Bencana.

 

"Kami harap semakin banyak mahasiswa dan perguruan tinggi yang bisa bergabung. Semangat dan tenaga mahasiswa itu jadi motivasi tersendiri buat kami," ujar Chomsul.

 

Penyelenggaraan program KKNT mendapatkan beberapa evaluasi, seperti data mahasiswa peserta satu ruang dan satu waktu sehingga daerah target KKNT terpetakan dengan baik.

 

Di samping itu, potensi dan masalah daerah perlu dipetakan dengan baik sehingga kegiatan mahasiswa efektif dan tepat sasaran.

 

Dari hasil diskusi seminar tersebut, semua peserta mengungkap dukunga terhadap manfaat KKNT dalam memberdayakan seluruh lapisan masyarakat. Program KKNT terkait Covid-19 mendapatkan dukungan dari semua pihak untuk keberlanjutan program berikutnya.
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4