Ternyata Ini Motif Pelaku Lakukan Pembunuhan Seorang Wanita Yang Ditemukan Di Penangkaran Buaya Teluk Bayur

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Ternyata Ini Motif Pelaku Lakukan Pembunuhan Seorang Wanita Yang Ditemukan Di Penangkaran Buaya Teluk Bayur

Senin, 26 Oktober 2020

BERAU,GLOBAL-SATU.com - Kasus pembunuhan seorang wanita berinisial FS (25) yang mayatnya ditemukan  dengan posisi mayat setengah Bugil, tangan  dan mulut terikat di Mayang Mangurai tempat penangkaran buaya, kecamatan Teluk Bayur ,Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan timur yang terjadi  pada Rabu tanggal 21 Oktober 2020 lalu , kini menuai titik terang.  Pelaku berhasil diamankan Polisi di wilayah  , di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.


Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Rido Doly Kristian SH SIK mengatakan pelaku dengan inisial RA (33) warga Tanjung Redeb, Kabupaten Berau sebelumnya kita sudah mengendus bahwa pelaku melarikan diri ke Kalimantan Tengah, untuk itu Polres Berau  bekerja sama dengan Polres Palangkaraya untuk meminta bantuan melakukan  penangkapan terhadap pelaku.


"Polres Berau bekerja sama dengan Polda Kaltim dan Polda Kalteng untuk mengejar pelaku. RA berhasil diamankan di Kelurahan Kereng, Kecamatan Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah,"jelas Kapolres ,Senin (26/10/20).


Kapolres juga  mengungkapkan mengapa pelaku  tega membunuh korban . Menurutnya , pelaku merasa sakit hati karena korban mengancam akan melaporkan perbuatan pelaku pada  pihak keluarganya.


"Pelaku dan korban ini merupakan teman dekat , dan sudah pernah melakukan hubungan badan . Merasa takut dengan ancaman korban, karena korban mengancam akan melaporkan    perbuatannya pada keluarganya, lalu pelaku berniat menghabisi korban,"ungkap Kapolres.


Awalnya kejadiannya , lanjut Kapolres ,  saat pelaku akan menjemput korban , saat itu Korban telah  memakirkan motornya di RS Abdul Rivai untuk menunggu  pelaku . Lalu kemudian , korban dan pelaku pun menuju sebuah kafe , bahkan keduanya sempat minum minuman keras.


"Kemudian setelah itu , keduanya menuju Jalan Poros Labanan dengan  menggunakan mobil pelaku,"tutur kapolres.


Sebelum menjemput ,  pelaku  membeli tali  dan lakban telebih dahulu, lalu sesampainya dijalan Poros Labanan, yang tak jauh dari Mayang Mangurai, Pelaku sempat menyetubuhi korban sebanyak dua kali.


"Usai yang kedua kali itulah pelaku menjerat korban menggunakan tali hingga korban tewas,"imbuhnya .


"Setelah dirasa tewas, pelaku melakban kepala korban dan membuang jasad korban di kolam buaya dengan harapan jasad korban dimakan buaya," ujarnya.


Kemudian setelah kejadian  itu pelaku melarikan diri ke Kalimantan Tengah, tetapi saat ini  berhasil diamankan pihak kepolisian di kabupaten Katingan tepatnya di kos kosan.


"Saat ini kepolisian Berau sedang dalam perjalanan menjemput pelaku untuk proses lebih lanjut .  Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal 340 dan 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,"tutup Kapolres.