Terpantau di Satelit, Kodim Sampit Kerahkan Koramil Lakukan Pengecekan Hotspot

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Terpantau di Satelit, Kodim Sampit Kerahkan Koramil Lakukan Pengecekan Hotspot

Kamis, 15 Oktober 2020

KOTAWARINGIN TIMUR,GLOBAL-SATU.com - Rabu (14/10/20) - Sesuai Data Modis Katalog Lapan terdapat lima titik hot spot diwilayah Kodim 1015/Sampit tepatnya di dua Koramil jajaran yaitu Koramil Tumbang Hiran dan Koramil Kuala Kuayan. Titik hot spot terpantau dari lahan yang terbakar seluas 4.2 Ha dari lima Desa dan empat Kecamatan yang berada di Kabupaten Katingan.

Untuk di wilayah binaan Koramil 1015-05/Tumbang Hiran terdapat tiga titik hot spot yang berada di Desa Tumbang Dakei dan Desa Rangan Burih berada di Kec. Marikit dan satu titik di Desa Tumbang Mangketai di Kec. Katingan Hulu.

Sedang di Koramil 1015-13/Kuala Kuayan terdapat dua titik api yakni di Desa Tukang Langit, Kec. Telaga Antang dan Desa Tumbang Gagu, Kec. Antang Kalang.

Demikian disampaikan Dandim 1015/Sampit Letkol Czi Akhmad Safari di Makodim 1015/Spt di Jalan MT. Haryono, Mentawa Baru Hulu, Mentawa Baru/Ketapan, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Selanjutnya Dandim mengatakan, pada hari Selasa kemarin dirinya mendapat laporan dari Danramil jajarannya bahwa terdapat titik hotspot dan langsung dilakukan pengecekan. Oleh karena itu dirinya memberikan perintah kepada jajaran agar selalu monitor perkembangan Karhutla.



Masih kata Dandim, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk dengan satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan di desa - desa. Selain itu, agar jajarannya tidak pernah bosan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya dari dampak membakar lahan. 

"Koordinasi dilakukan untuk mempermudah dalam mengatasi kebakaran di suatu daerah agar tidak meluas ke tempat lain," kata Dandim.

Dandim juga mengimbau kepada warga yang ingin membuka lahan agar tidak dengan cara membakar. Jika harus terpaksa maka melapor dengan aparat setempat dengan tujuan apabila terjadi hal - hal yang tidak diinginkan dapat teratasi, ucapnya mengakhiri. (Pendam XII/Tpr)