Tiga Hari Menghilang, Ngatimin Ditemukan Tak Bernyawa

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Tiga Hari Menghilang, Ngatimin Ditemukan Tak Bernyawa

Senin, 26 Oktober 2020

SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com - Setelah tiga hari tidak pulang,  Ngatimin ditemukan warga  dalam kondisi tak bernyawa mengapung di sebuah danau di Kelurahan Sambutan kota Samarinda.

Warga di kawasan Sambutan mendadak heboh,  setelah petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda  bersama relawan  berhasil menemukan  jasad seorang pria di sebuah danau Gang Riski, RT 15, Kelurahan Sambutan, Samarinda Hari Senin, (26/10) pukul 09.30 wita.

Diketahui jasad tersebut adalah Ngatimin (55) seorang warga Jalan Bendungan, Pelita VI, RT 05, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan Samarinda, yang telah hilang 3 hari yang lalu. Terakhir terlihat Ngatimin pamit setelah istirahat makan siang kepada keluarga untuk keluar rumah mencari kayu pada Hari Sabtu, 24 Oktober 2020.



Korban yang diduga meninggal karena tenggelam itu, tak biasanya pamit apabila keluar rumah. Lantaran tak juga kunjung pulang kerumah dan tidak ada kabar hingga Minggu malam, 25 Oktober 2020, merasa cemas pihak keluarga berusaha untuk mencari tahu keberadaan korban namun tidak ada hasil pada malam itu.

Pencarian dilanjutkan pada hari ini Senin, (26/10/2020). Pada saat mulai penyisiran pencarian korban, ditemukannya jasad yang terapung dengan posisi telungkup di sebuah danau yang titik lokasinya cukup jauh dari pemukiman dan rumah korban.

penemuan jasad tersebut pertama kali ditemukan  Ahmad Sadat yang turut melakukan pencarian.

"Kebetulan saya sedang berada disekitaran danau untuk mencari tahu keberadaan korban sekitar pukul 09.30 wita menyusuri danau melihat jasad yang  mengapung dan tertelungkup dengan mengenakan kaos merah dan celana jeans pendek" terang Sadat.

Mengetahui  kejadian tersebut, Ahmad Sadat langsung melaporkan ke orang-orang disekitar lokasi kejadian yang selanjutnya dilakukan evakuasi jasad oleh petugas.

Menurut Syaiful seseorang relawan yang membantu  melakukan evakuasi jasad menuturkan, bahwa awal mula informasi yang di peroleh,  bahwa  ada seorang   anak-anak tenggelam  dilokasi ditemukannya jasad Ngatimin, namun pada saat dilokasi justru jasad yang ditemukan  adalah seorang pria dewasa yang diketahui telah 3 hari menghilang.

Syaiful  turut menambahkan selama proses  evakuasi pencarian korban, anggota relawan  mengalami sejumlah  kendala yang cukup berat. 

"Kendala evakuasi korban cukup berat, dikarenakan jurang. Karena rintangannya jurang dan hutan," ucap Syaiful, "

"Disamping itu jaraknya  cukup jauh, titik lokasi ditemukannya korban cukup jauh dari pemukiman warga," pungkasnya. (N Dwi A)