24 C
id

Tiga Pelaku Penipuan Medsos FB di Pidanakan




SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Pinang Samarinda Utara, Provinsi Kalinantan Timur  mengamankan tiga pelaku penipuan, dengan modus kejahatan jual beli Kendaraan Dump Truck menggunakan akun  media sosial (Medsos) Facebook.

Tiga pelaku berstatus tersangka berinisial Sad (28) Fai (33), dan Rah(27) warga kini mendekam di tahanan Polsek Sungai Pinang akibat melakukan kejahatan penipuan online menggunakan akun media sosial FB.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro menjelaskan, terungkapnya kasus Penipuan ini bermula saat seorang salah seorang warga Anggana Kutai Karta Negara melaporkan kejanggalan pembelian kendaraan DT yang dibelinya lewat akun medsos FB.

" Korban melapor pada atas dugaan kasus penipuan pembelian kendaraan DT dalam postingan asli di fb harga DT sebenarnya 235 jt , dijual oleh para pelaku seharga 120 jt" Terang Rengga saat menggelar press rilis.

Dalam aksinya pelaku, mencari postingan penjual kendaraan DT, selanjutnya dua pelaku lainnya masuk ikut berkomentar seolah mengaku sebagai kerabat si pemilik kendaraan di Akun FB" Jelas Rengga

Fai dan Rah menyusup baik di jalur penjual maupun pembeli, tanpa sepengetahuan dari pemilik kendaraan di Akun medsos FB.

" Saat korban ingin melihat fisik kendaraan DT, pelaku Fai meminjam kendaraan dari pemilik dengan dalih ada pembeli dan dibawa ke rumah korban, Ketiga pelaku pun meminta uang DP senilai Rp 40 juta yang dibayarkan dengan cara Rp 13 juta dibayar cash dan Rp 27 juta transfer ke rekening pelaku SD," ucap Rengga.

"Selanjutnya saat pembayaran selesai , giliran Kendaraan  minta di antara, tak kunjung datang sudah tidak ada kabar" lanjutnya.

Jajaran Opsnal Polsek Sungai Pinang yang mendapat laporan langsung menyelidiki laporan korban dan memburu ketiga pelaku penipuan online ini.

Dalam penyelidikan, barulah diketahui bahwa unit bukan milik ketiga pelaku. Hingga akhirnya berhasil membekuk satu pelaku yaitu Sad di kediamannya pada Selasa (29/9/2020) lalu.

Kami bekuk dulu pelaku Sad yaitu otak dari penipuan online ini yang juga penerima uang dari pembeli (korban). Lalu dua pelaku lain kami amankan. Pengakuan pelaku baru sekali ini melakukan penipuan online," kata Rengga.

"Pengakuan ketiga pelaku, dari hasil kejahatannya mereka gunakan judi online, membeli handphone, barang-barang seperti baju, celana, sweater dan keperluan mereka lainnya. Kami amankan semua termasuk kartu ATM dan buku rekening yang digunakan pelaku untuk bertransaksi, serta uang sisa yang digunakan ketiga pelaku sebesar Rp 3 juta," Sambungnya.

Ketiganya pun dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (N Dwi A)



Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4