24 C
id

Transaksi Sabu Pakai Kaleng Biskuit Diringkus Polisi


SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com -  Bermaksud melakukan transaksi narkotika jenis sabu dengan menggunakan kaleng biskuit yang dikemas di dalam kotak rokok, seorang pria berinisial AF (35) di ringkus anggota Satuan reskoba Polresta  Samarinda saat berada di kediamnnya.

Sungguh apes Nasib AF ,ia dibekuk jajaran Satreskoba di kediamnnya di Jalan Senyiur 2, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Minggu, 25 Oktober 2020 lalu, sekitar pukul 21.00 WITA.

Kejadian bermula, setelah polisi memperoleh informasi dari warga terkait lokasi yang di curigai kerap di jadikan sebagai tempat bertransaksi sabu sabu di kawasan yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Menerima informasi laporan warga, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan guna mengetahui kebenaran laporan tersebut. Benar saja, saat melakukan penyelidikan di sekitaran lokasi, polisi bertemu dengan seorang pengendara motor yang mencurigakan sedang berhenti dan memungut kaleng biskuit di tepi jalan di sekitaran lokasi penyelidikan.
 
Pihak kepolisian yang curiga dengan aktivitas pelaku langsung mengikuti pelaku hingga sampai ke kediamannya. Sesampainya pelaku dirumah, polisi langsung melakukakan penggeledahan terhadap kaleng biskuit yang telah dipungutnya dari tepi jalan tersebut.

Tak disangka, saat digeledah, kaleng biskuit yang diperiksa tersebut berisikian sebuah kotak rokok yang didalamnya didapati poket sabu seberat 7,97 Gram bruto. Tak hanya menggeledah kaleng biskuit, polisi juga mencurigai bahwa ada barang lainnya yang masih disembunyikan. Benar saja, polisi kembali menemukan 2 poket sabu seberat 2,47 Gram bruto didalam kotak rokok yang tersimpan dalam dashboard sepeda motor pelaku.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda, AKP Andika Dharma Sena melalui Kanit Sidik, Iptu Abdillah Dalimunthe menjelaskan total ada 3 poket sabu yang ditemukan dengan berat totoal 10,44 Gram bruto yang telah di amankan. Selain 3 poket sabu, polisi juga mengamankan 1 unit telepon genggam, 1 unit timbangan digital serta 1 unit sepeda motor yang dipakai pelaku pada saat penangkapan.

Saat menjalani rangkaian pemeriksaan, diketahui hasil dari penyidikan terhadap pelaku, AF baru saja melakukan transaksi narkotika jenis sabu dengan sistem jejak. Dirinya menjelaskan bahwa tidak mengetahui siapa pelaku pengirimnya.

"Pelaku menjelaskan dirinya tidak kenal dengan pengirimnya, pelaku hanya tau mengambil barang dan melakukan transfer uang sesuai dengan arahan pengirim," ucap Abdillah.

"Mereka hanya berkomunikasi melalui telepon. Saat kami cek dan kami lacak ternyata nomor telepon pelaku pengirim sudah tidak aktif lagi. Pengakuannya menggunakn private number untuk berkomunikasi," tambah Abdillah.

Akibat ulah dan perbuatannya, pelaku AF dijerat dengan pasal 114 menjual, menerima dan membeli Narkotika golongan I dan 112 menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I UUD No. 35 tentang narkotika dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara. (***/N Dwi A)


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4