Video Call Berujung Pemerasan

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Video Call Berujung Pemerasan

Minggu, 25 Oktober 2020

SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com - Seorang wanita merasa dilecehkan usai  menjalani pertemanan via media sosial (medsos) Whatsapp,  selain akan menyebarkan  video Call yang tak senonoh milik wanita, sang pria tak segan segan kerap melakukan pemerasan.

Kondisi itu dialami wanita berinisial RW (28) warga gotong royong No.21 Rt. 12 kelurahan Handil Bakti  Kecamatan Palaran, usai mengalami pengancaman dan pemerasan dari seorang pria berinisial PD yang diketahui bekerja di Perusahaan perkapalan di Samarinda . Peristiwa itu dilaporkan RW kepada Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Pelita Polsek Samarinda Kota, pada (25/10).

Menurut pengakuan RW, kejadian bermula saat ia mengenal PD melalui medsos FB , yang kemudian berlanjut dengan pertemanan di media Whatsapp, merasa penasaran akhirnya sang pria meminta untuk ketemu di warung  yang berada di pasar pagi.

"Memang saat itu kebetulan bos saya mau berbelanja pakaian di pasar pagi, setelah bos saya belanja saya ketemu sama PD  di sabuah warung makan"  kata RW saat membuat pengaduan.

Usai bertemu dengan PD kedekatan pun semakin terjalin yang dilakukan melalui Whatsapp, selain chating mesra Video call pun dilakukan, hingga sang pria meminta agar RW untuk menunjukkan privasinya, karena merasa sudah dekat akhirnya RW pun tidak menolak, terlebih sang pria menunjukkan alat kelaminnya dalam video call. Setelah berhasil melakukan video call privasi RW, kemudian PD berniat jahat, yakni akan menyebarkan video pribadinya yang ia rekam apa bila tidak memberinya uang.

Karena merasa takut RW pun akhirnya mengirimkan sejumlah uang ke rekaning PD, mulai dari 150 ribu, 200 ribu bahkan terakhir meminta dintransfer 500 ribu.

" Namun yang terkahir , saat meminta 500 belum saya kirim" jelas RW.

Atas kejadian itu  RW yang saat ini berstatus Janda, merasa dilecehkan dan berharap agar kejadian itu dapat segera ditangani secara hukum.

Menyikapi hal tersebut pihak  FKPM Pelita Polsek Samarinda Kota, akan membantu mengatasi permasalahan tindak pelecahan dan pemerasan. 

" Kami menerima laporan selanjutnya   akan mengambil langkah dan strategi untuk membantu mengungkap masalah itu" pungkas Dani Kanit Ops FKPM. ( ***)