Gudang Pecah Belah Sri Kencana Kebakaran

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Gudang Pecah Belah Sri Kencana Kebakaran

Minggu, 01 November 2020

SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com - Diduga akibat konsleting arus listrik sebuah gudang Milik toko Sri Kencana di kawasan jalan Veteran nyaris ludes terbakar.

Mendadak sejumlah unit kendaran petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Samarinda bersama relawan kebakaran memenuhi area belakang Bank BCA tepatnya dikawasan jalan veteran no 24/55 Rt 1 kelurahan Pasar pagi Kecamatan Samarinda Kota, sekitar pukul 11.15 wita , pada Minggu (1/11)

Sebuah gudang barang pecah belah milik Toko Sri Kencana dilantai dua  tiba-tiba mengeluarkan api, petugas pemadam berupaya keras memadamkan api namun akibat kepulan asap dan lokasinya berada di area tertutup menjadi kendala pemadaman, beruntung berkat usaha keras petugas, api pun dapat dipadamkan selama satu jam.

Menurut informasi Poli Rahmat salah seorang petugas Damkar Kota Samarinda penyebab munculnya api masih dalam penyidikan aparat kepolisian Polsekta Samarinda, namun dugaan sementara di sebabkan oleh konsleting arus listrik.

" Penyebab dugaan sementara akibat konsleting, yang terjadi di gudang belakang lantai dua , tapi ini masih di tangani pihak kepolisian " jelasnya.

"kebakaran terjadi pemilik toko tidak berada dilokasi, petugas Damkar sedikit mengalami kesulitan" lanjut Rahmat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun  kerugian di taksir mencapai puluhan juta rupiah (***/ N Dwi A)