Pengorbanan Seorang Ibu Tidak Dapat Terbalaskan

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Pengorbanan Seorang Ibu Tidak Dapat Terbalaskan

Senin, 21 Desember 2020

GLOBAL-SATU.com - Tanggal 22 Desember merupakan tanggal yang sangat istimewa. Karena pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari ibu. Ibu yang melahirkan kita, merawat, membimbing sampai dewasa. Seperti sepenggal lagu diatas tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Mungkin kita semua masih sama sama ingat lagu tersebut karena kita sering menyanyikannya saat kita kecil , yang liriknya seperiti ini "  Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia".


IMenurut Soetanto yang juga seorang wartawan global-satu.com wilayah Jawa Timur , ibu adalah pejuang dalam keluarga, rela berkorban demi anaknya, keluarga, bisa kita bayangkan apabila kita setelah lahir di tinggal sang ibu, tentu itu hal yang menyedihkan sekali. Tanpa ada kasih sayang dari ibu, terasa amat sangat kering. Beliau yang  mengandung kita selama sembilan bulan, melahirkan dengan taruhan nyawa, rela berkorban demi anaknya . Saat anaknya selamat , beberapa ibu kadang meninggal saat melahirkan. 


"Demi anak-anaknya rela berbohong hanya untuk membahagiakan sang anak. Saat kecil sering ibu berkata ibu masih kenyang tadi sudah makan padahal ibu dari tadi belum makan. Demi anak rela kelaparan. Saat anak sudah bekerja sering kita dengar simpanlah uang untuk nanti kalau menikah, ibu masih ada banyak, padahal uang di ibu tinggal sedikit bahkan mungkin sudah habis. Saat sakit ibu dibawa ke dokter akan dijawab ibu hanya sakit biasa saja. Demikian saat anak sudah berumah tangga ibu diajak akan dijawab ibu senang tinggal di rumah ini, padahal rumahnya sudah tua bocor di sana sini,"cerita Soetanto yang akrab di sapa Tanto. 


Seperti lagu kasih ibu, ibu selalu memberi yang terbaik  untuk anak-anaknya tanpa meminta imbalan. Sekian lama dalam perut ibu, sekian lama anak hanya diberi asi, sekian lama dimandikan, disuapi kalau makan dan lainnya. Inilah perjuangan ibu yang rela berkorban untuk anak-anaknya.


"Ingatkah kita akan kasih sayang ibu?. ,Cintailah ibumu selama masih ada. Sayangilah ibumu seperti menyayangi keluarga. Tanpa ibu tidak akan pernah ada kita, tanpa ibu tidak akan ada kasih sayang. Jangan seperti pepatah seorang ibu mampu merawat sepuluh anak tapi sepuluh anak belum tentu mampu merawat seorang ibu.
"Selamat hari ibu. Anakmu mencintaimu, menyayangi mu selalu",pungkas Soetanto .(#)