Diduga Vertigo, Warga Ngawi Meninggal Terjebur Sungai

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Diduga Vertigo, Warga Ngawi Meninggal Terjebur Sungai

Jumat, 01 Januari 2021

NGAWI,GLOBAL-SATU.com - Lamidi (50), warga Dusun Ganting, Desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meninggal karena kejebur di sungai Moneng Jeroan, saat memancing, Kamis 31 Desember 2020.

Diduga, korban kejubur sungai karena penyakit vertigo yang dideritanya, kambuh.

Menurut saksi, Lukman (20), saat mencari rumput diatas tanggul tepi sungai, ia melihat ada orang kejecebur sungai.

"Saat saya mencari rumput di atas tanggul, ada orang kecebur ke sungai yang arusnya deras. Kemudian korban melambaikan tangan memberi sinyal minta tolong," terang Lukman.

Melihat kejadian tersebut, ia kemudian mengajak rekannya, Tri Sularno (42) untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada warga. Kemudian bersama Kepala Desa Karangsono Sadikun (64), warga datang untuk mencari korban.

"Empat warga yang menceburkan diri, berhasil menemukan korban di sekitar lokasi korban tercebur dalam keadaan meninggal," tambahnya.

Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan ke Polsek Kwadungan. Petugas Polsek bersama piket Reskrim Polres Ngawi dan tim medis Pukesmas Kwadungan, kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap korban.

Dalam pemeriksaan, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Namun menurut keterangan dari keluarganya, korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan vertigo.

"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musiba," ujar Kapolsek Kwadungan, AKP Sunarijati. (endik).