Korpolairud Baharkam Polri Kerahkan 9 Kapal dan 4 Heli Cari Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh di Perairan Pulau Laki

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Korpolairud Baharkam Polri Kerahkan 9 Kapal dan 4 Heli Cari Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh di Perairan Pulau Laki

Minggu, 10 Januari 2021

 

JAKARTA, GLOBAL-SATU.com - Pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing  737-524 dengan nomor penerbangan SJ182 jatuh di sekitar Pulau Laki, Sabtu (9/1/2021) siang.


Pesawat yang membawa penumpang berjumlah 56 orang dan 6 Orang awak kabin  tersebut hilang loss kontak satu jam setelah take off. Pesawat terbang dari Bandara Soetta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak.

Atas perintah Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto melalui Kakorpolairud, agar  membatu pencarian Search and Rescue (SAR). Korpolairud Baharkam Polri Menerjunkan 8 Armada Kapal Patroli dan 4 Helikopter jenis Dauphin As 365 N.3,  Bell 429, Tim SAR Ditpolair Korpolair, diatambah 3 Kapal Patroli milik Ditpolairud Polda Metro Jaya.


Sebagai penanggung jawab Oprasi, Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih S.I.K., M.Si. yang langsung memimpin misi Search and Rescue (SAR) tersebut, Kemudian sebagai Kasatgas operasi adalah Kasubdit  Patroliair.

Sebelum keberangkatan, Dirpolair Korpolairud menyampaikan, bahwa dari sepuluh Kapal yang melakukan pencarian tersebut satu Kapal  KP. Bisma-8001 dijadikan posko, yang akan ditempatkan tim Dokes Polri.


"Dalam membantu pencarian pesawat yang jatuh tersebut kami membawa 2 set Vinger Locater yaitu alat untuk mencari Black Box dan 50 orang penyelam yang terdiri dari penyelam Ditpolair, penyelam Ditpolairud Polda Metro Jaya, penyelam Ditpolairud Polda Banten dan penyelam dari KorBrimob", ujarnya.

Pada saat dilokasi nanti, tim akan menurunkan beberapa Speed Boat dan perahu karet untuk melakukan penyisiran mencari serpihan - serpihan pesawat serta body utama pesawat (Main Body).

Kemudian dilakukan penyelaman dengan tetap berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur SAR lainya.


 "Saya juga berharap pada saat dilakukan  penyisiran dan penyelaman cuaca dalam kondisi baik", tutupnya.