Peduli Bencana Jember, Arumi Bachsin Serahkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Banjir

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Peduli Bencana Jember, Arumi Bachsin Serahkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Banjir

Sabtu, 30 Januari 2021

JEMBER,  Banjir yang melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Jember beberapa waktu lalu mendapat perhatian Arumi Bachsin. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu secara khusus mendatangi warga dengan menyerahkan bantuan di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo dan Dusun Ungkalan, Desa Sumberejo, Kecamatan, Ambulu, Kab. Jember, Kamis, (28/1).

Dalam kunjungan kerjanya, Arumi juga menggandeng para relawan dan komunitas off road. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako berisi beras, minyak, gula dan makanan olahan. Termasuk membagikan perlengkapan bayi berupa pampres dan masker kepada warga yang terkena banjir susulan.

Arumi juga berkesempatan memberi beberapa wejangan kepada para ibu untuk lebih menjaga kesehatan bayi maupun balitanya dan meningkatkan disiplin protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. Terlebih, adanya penyakit susulan yang menyerang anak anak pasca banjir.

"Yang dikhawatirkan dari pasca bencana banjir ini adalah penyakit susulan yang menyerang anak-anak seperti diare atau virus gatal-gatal," terangnya.

Untuk itu, sebut Arumi, peran posyandu dirasa sangat penting. Yakni untuk menjaga keseimbangan gizi dan kesehatan anak pasca banjir.

"Allhamdulillah disini ada Puskesmas atau Posyandu keliling yang sangat membantu masyarakat memberikan dukungan maupun layanan kesehatan. Terutama kepada anak-anak kita," terangnya.

Tak hanya itu, perempuan, anak-anak, dan para lanjut usia (Lansia) dinilainya paling rentan terganggu kesehatannya kala terjadi bencana alam. Apalagi, saat ini juga sedang dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Kunjungan kali ini saya ingin memastikan ada tidaknya layanan kesehatan di daerah bencana dan diperlukan langkah antisipasi mencegah munculnya penyakit susulan yang menyertai pasca musibah alam," imbuhnya.(*).