PSBB KETAT DKI Jakarta Dimulai 11 s/d 25 Januari 2021

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

PSBB KETAT DKI Jakarta Dimulai 11 s/d 25 Januari 2021

Minggu, 10 Januari 2021

JAKARTA, GLOBAL-SATU.com -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) KETAT di ibukota selama 2 minggu kedepan.

Anies menarik Rem Darurat untuk menekan laju penularan covid 19 yang  saat ini kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini yaitu dikisaran angka 17.383.

"Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif covid 19 dan belum dinyatakan sembuh baik yang dirawat di fasilitas Kesehatan maupun di dalam isolasi mandiri," kata Anies dalam keterangan pers di situs Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (9/1/2021) dikutip dari detik.com.

Menurutnya, pada saat pemberlakuan PSBB KETAT  pada September 2020,  kasus aktif covid 19 di DKI Jakarta turun secara signifikan. Saat itu terjadi lonjakan jumlah kasus setelah ada yang libur panjang tahun baru Islam pada pertengahan Agustus. 

Maka pada saat Ia  memutuskan menarik rem darurat di pertengahan bulan September, beberapa waktu sudah rem darurat tersebut ditarik tampak kasus aktif menurun pesat bahkan  kembali ke titik awal sebelum kenaikan. 

Ia mengungkapkan, bahwa pada saat itu kasus turun sampai 50%, hingga DKI Jakarta bisa kembali ke PSBB Transisi,sehingga menurutnya, pemberlakuan pengetatan pembatasan sosial itu benar-benar efektif untuk menurunkan kasus aktif.

"Libur panjang kerap menjadi pemicu terjadinya lonjakan jumlah kasus covid-19 terlebih pada Desember 2020 terdapat libur panjang Natal dan Tahun Baru, " ungkpnya. 

Kondisi ini memicu terjadi kenaikan kasus aktif dan berpotensi mendekati ambang batas kapasitas tempat tidur, isolasi dan ICU di rumah sakit.

"Sebenarnya, mengapa Pembatasan ini diperlukan, karena kecepatan Pemerintah menambah kapasitas fasilitas Kesehatan tidak boleh lebih lambat daripada kecepatan penambahan kasus dan setiap penambahan kapasitas tempat tidur membutuhkan penambahan tenaga kesehatan, penambahan peralatan dan obat-obatan,"jelas Anies.

Sementara itu, Keputusan pemberlakuan PSBB KETAT  ini tertuang dalam Keputusan Gubernur nomor 19 tahun 2021 dan Peraturan Gubernur nomor 3 tahun 2021.

PSBB  yang berlaku mulai dari 11 - 25 Januari 2021 ini juga sebagai tindak lanjut Arahan Pemerintah Pusat. (Doddy SP/Irwansyah).