Puluhan Pedagang Reaktif, Pemkot Madiun Tutup Sementara PBM

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Puluhan Pedagang Reaktif, Pemkot Madiun Tutup Sementara PBM

Minggu, 03 Januari 2021

MADIUN,   Setelah puluhan pedagang di Pasar Besar Kota Madiun (PBM), Jawa Timur, dinyatakan reaktif, Pemkot setempat mengambil langkah antisipasi untuk menekan penyebaran Covid-19. Yakni melakukan penutupan sementara.

Menurut Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Kota Madiun, Noor Aflah, penutupan sementara PBM karena harus disterilkan dulu dengan penyemprotan disinfektan. Penutupan sementara ini dimulai 3 - 5 Januari 2021. Setelah itu, juga dilakukan pembatasan pedagang.

"Pembatasan pedagang PBM diberlakukan mulai 6 - 8 Januari 2021. Hanya pedagang dari Kota Madiun yang diperbolehkan berjualan dengan menunjukkan hasil rapid tes," terang Noor Aflah, Sabtu 2 Januari 2020, sore.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 241 pedagang Pasar Besar Kota Madiun (PBM), Jawa Timur, menjalani rapid tes massal, Jumat 1 Januari 2020, kemarin. Dari 341 pedagang yang menjalani rapid tes, 40 orang dinyatakan reaktif.

"Kemarin yang menjalani rapid tes, ada 241 orang. Bukan ribuan. Yang reaktif 40 orang," jelas Noor Aflah.

Hari ini, lanjutnya, petugas medis kembali melakukan rapid tes kepada pedagang yang kemarin belum menjalani pemeriksaan.

Sayangnya, begitu mengetahui petugas datang, ada beberapa pedagang yang tak mau menjalani rapid tes dan memilih menutup tempatnya berjualan serta memilih pulang.

"Tadi pagi masih ramai, masih banyak yang jualan. Begitu ada petugas kesehatan datang, ada yang takut langsung menutup tokonya dan pulang," kata salah satu pedagang PBM, yang tak mau disebut namanya. (Dibyo).

Ket. Foto: Noor Aflah (kanan).