Tak Putus Asa, Ini Yang Dilakukan Satgas Yonif MR 413 Kostrad Untuk Anak Perbatasan RI-PNG

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Tak Putus Asa, Ini Yang Dilakukan Satgas Yonif MR 413 Kostrad Untuk Anak Perbatasan RI-PNG

Selasa, 26 Januari 2021


JAYAPURA,PAPUA ,GLOBAL-SATU.com - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad membuka Sekolah Darurat yang digelar di Pos Pitewi Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom dalam upaya menjamin anak-anak Perbatasan RI-PNG tetap belajar pada masa pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh wilayah Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (26/01/2021).

 

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar  yang diberikan Satgas merupakan bukti kepedulian terhadap masa depan anak-anak Papua khususnya yang berada di Perbatasan RI-PNG. "Mereka tidak seperti teman-teman lainnya di Kota yang masih bisa belajar melalui daring atau melalui media jejaring computer. Untuk itu, kami menggelar Sekolah Darurat ini untuk tetap menjaga kualitas belajar mereka," ujar Dansatgas.

 

"Berdasarkan pengungkapan Bapak Jeremia (39) yang merupakan salah satu wali dari siswa SD Pitewi Distrik Arso Timur, bahwa hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Sekolah mengenai kapan dibuka kembali kegiatan belajar secara tatap muka di Sekolah mereka," ucap Mayor Anggun.

 


Dengan tidak adanya kepastian dari pihak Sekolah tersebut terkait kegiatan belajar secara tatap muka, Kapten Inf Rum Patria selaku Komandan Pos Pitewi menginisiasi untuk membuka Sekolah Darurat di Posnya. "Gagasan tersebut muncul karena seringnya anak-anak dari Kampung Pitewi tersebut sering bermain di Pos. Hampir setiap hari mereka berkumpul di Pos untuk sekedar bermain bola, menonton TV atau sekedar duduk-duduk karena memang mereka tidak pergi ke sekolah. Akhirnya kami putuskan membuka Sekolah Darurat ini setiap hari Senin, Rabu dan Jumat agar mereka tetap bisa mendapatkan ilmu pengetahuan," jelasnya.

 

Ternyata kegiatan yang dilakukan Pos Pitewi ini mendapat apresiasi dari Kepala Kampung Pitewi Bapak Niko Kerra (53). Ia sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan Pos Pitewi untuk Kampungnya. "Saya benar-benar merasa terharu dan bangga kepada Pos Pitewi. Begitu mulianya kegiatan yang mereka lakukan untuk anak-anak Pitewi. Semoga Kebaikan kalian dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa dan tidak terlepas daripada LindunganNya," katanya.