KPU Temukan 11.820 Pemilih Meninggal Dunia Masuk DPT

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

KPU Temukan 11.820 Pemilih Meninggal Dunia Masuk DPT

Selasa, 02 Februari 2021


SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com -Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Samarinda  menemukan belasan ribu nama pemilih yang telah meninggal dunia masuk di dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT) usai dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) Pemutahiran data pada 14 Oktober 2020 lalu.

" Setelah dilakukan coklit, ditemukan 11.820 nama pemilih yang sudah meninggal masuk DPT" ucap Ketua KPU Samarinda  Firman Hidayat kepada media global-satu.com.


      Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat


Lebih lanjut Firman mengatakan, temuan itu bermula saat informasi awal dari  Kementrian Dalam Negeri  (Kemendagri) Dirjen kependudukan catatan sipil melaui KPU RI diteruskan kepada KPU Provinsi memberikan data dalam bentuk DP4 (daftar penduduk potensial pemilih pemilihan).

"Setelah  kami terima DP4 nya kami olah , kami singkronkan, kami mutahirkan dengan data Petugas Pemutahiran  Data Pemilih (PPDP) dan benar ada 11.820 nama pemilih  yang sudah meninggal dunia masuk di dalam daftar pemilih,"jelas Firman. 

"Sehingga pada 14 Oktober 2020 lalu, nama pemilih yang meninggal dunia kami keluarkan dari data pemilih" kata Firman.

Menyikapi prihal itu Firman bersama staf nya akan segera berkordinasi dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil ( Disdukcapil) Kota Samarinda selaku penyaji data kependudukan untuk kembali melakukan pemutahiran data berkelanjutan.

Dilokasi berbeda di temui di ruang kerjanya Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil ( Disdukcapil) Kota Samarinda Abdullah mengungkapkan pihaknya telah menerima informasi dari KPU terkait 11.820 Nama warga yang meninggal Dunia dan masih masuk didalam daftar pemilih .
     Kadisdukcapil Samarinda Abdullah

Selanjutnya sebagai solusi pihaknya akan melakukan kroscek data dan merubah  terhadap data penduduk yang sudah meninggal dunia mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan sehingga data yang dimiliki kedepannya  sesuai dan bekelanjutan.

" Memang selama ini data resmi warga yang meninggal dunia itu diperoleh dari warga yang datang ke Kami , bukan dari kelurahan maupun kecamatan kedepanya kami akan mensingkronkan antara data yang berada di kelurahan hingga di kecamatan,  sehingga kedepan tidak lagi di temukan pemilih meninggal yang masih masuk data pemilih potensial" pungkasnya. ( N Dwi A/**)