Pemprov DKI Jakarta Menciptakan Program KSBB Dengan Berbagai Perusahaan

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Pemprov DKI Jakarta Menciptakan Program KSBB Dengan Berbagai Perusahaan

Minggu, 14 Februari 2021

 


JAKARTA, GLOBAL-SATU.com - Pemprov DKI Jakarta telah menciptakan berbagai wadah sebagai sarana masyarakat untuk berkolaborasi, salah satunya adalah program Kolaborasi Sosial Berskala Besar ( KSBB).


Di bidang ketenagakerjaan program KSBB menggencarkan pelatihan kerja, berkolaborasi dengan perusahaan di ibu kota.


Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta,  Andri Yansyah menyatakan,  KSBB  ketenagakerjaan melalui program pelatihan kerja  ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).


"Kualitas SDM penting untuk terus ditingkatkan, salah satunya melalui peningkatan kompetensi pencari kerja dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri dan/atau instansi lain,  sehingga tercipta link and match agar pencari kerja, mampu berdaya saing dan berwirausaha ,"terang Andri Yansah. Kamis (11/2/20-21).


"Sepanjang tahun 2020 setelah dilakukan pelatihan kolaborasi yang melibatkan 31 kolaborator dan berhasil mengajak 3.591 peserta pelatihan," tambahnya.


Pelatihan baik soft skill maupun hard  skill menyasar para pencari kerja dan pekerja yang kena PHK ( dirumahkan).


Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Pemprov DKI Jakarta, jumlah pengangguran per Agustus 2020 sebanyak 572.780 orang (10,95%).


"Kami harap,  setelah pelatihan peserta akan mendapatkan peningkatan skill atau keterampilan. Bahkan ada beberapa Kolaborator yang memberikan alat kerja,  hal itu kami harap dapat dimanfaatkan para peserta untuk bekal menjadi wirausaha. Selain itu dari pelatihan kerja juga para peserta akan mendapatkan lowongan kerja,"ujar  Andri.


Pada 20 21, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta masih akan terus menyelenggarakan program kolaborasi pelatihan dengan berbagai bidang.


Seperti bidang Elektro,; IT,  Desain Grafis, Tata Boga, Tata Busana, Tata Rias, UMKM,  Transportasi dan lain sebagainya.  


"Dalam kondisi Pandemi covid 19 Pelatihan dilaksanakan secara Daring, Blended dan Luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,"pungkasnya. (Doddy SP/Irwansyah).