Puji Kreativitas Pemuda Bantul, LaNyalla: Indonesia Membutuhkan Lebih Banyak

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Puji Kreativitas Pemuda Bantul, LaNyalla: Indonesia Membutuhkan Lebih Banyak

Minggu, 14 Februari 2021

 


JAKARTA, GLOBAL-SATU.com - Kreativitas pemuda Bantul, DIY, yang membuat animatronik (animasi elektronik), mendapat apresiasi dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, Indonesia memang membutuhkan anak-anak muda yang kreatif untuk membangun negeri.


LaNyalla menilai kreativitas yang ditunjukkan Muhammad Iqbal Firmansyah (21)   membuktikan jika meraih sukses di usia muda bukan hal yang mustahil.


"Untuk menjadi sukses sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang penting memiliki passion dan kemauan untuk meraih dan mewujudkannya. Hal ini telah dibuktikan pemuda lulusan SMK yang mampu membuat animatronik Dinosaurus, legenda hewan langka," ujar LaNyalla melontarkan pujian, Minggu (14/2/2021)


Karya yang dihasilkan itu bahkan mampu menembus objek wisata di Mojosemi. Salah satu karya yang ditampilkan adalah dinosaurus penarik gerobak yang sangat menghibur pengunjung.


Senator asal Jawa Timur ini berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi pemantik untuk hadirnya kreativitas lain.


"Sebagai Ketua DPD RI, saya sangat berharap akan terus bermunculan pemuda-pemuda kreatif yang menciptakan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain," katanya. 


Alumni Univeristas Brawijaya Malang itu menambahkan, hal ini juga bisa mengindikasikan berhasilnya sistem pendidikan.


"Sebab, pendidikan itu dikatakan berhasil apabila lulusannya mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuannya menjadi bentuk yang nyata dan bermanfaat," katanya.