Satpol PP Beri Sangsi Administrasi Pelanggar Protokol Kesehatan Denda Capai Puluhan Juta

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Satpol PP Beri Sangsi Administrasi Pelanggar Protokol Kesehatan Denda Capai Puluhan Juta

Jumat, 12 Februari 2021

 


KOTA BEKASI,GLOBAL-SATU.com - Pemerintah Kota Bekasi, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp) mencatat hingga saat ini jumlah denda pelanggaran pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), di kota bekasi, memberi sangsi adminitrasi mencapai total 23,407,000. Rupiah


Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Abi Hurairah mengatakan, sanksi tersebut diberikan kepada warga yang tak melanggar Protokol Kesehatan dengan maksimal denda sebesar Rp 100.000. Jum'at 12 Februari 2021


Abi menegaskan  bahwa pemkot bekasi tidak mencari uang dalam penegakan hukum dengan memberikan sanksi administrasi denda kepada pelanggar protokol kesehatan tersebut.


Selama operasi penegakan  protokol kesehatan, pemerintah belum pernah memidanakan para pelanggar.


"Sosialisasi, edukasi ke masyarakat, penindakan untuk saat ini seperti itu, ke depan ini sangat mungkin diberlakukan, tapi sekali lagi kami mengimbau agar masyarakat wajib patuh Protokol Kesehatan ," tegas Abi. 


Ketentuan tertuang didalam Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 2020 tentang Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) Dalam Penanganan Wabah COVID-19 di Kota Bekasi.


"Masyarakat diwajibkan menjalani protokol dengan menggunakan masker, rutin cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak antar-sesama," ujarnya. 


Abi juga menambahkan, adapun jumlah pelanggar mencapai 2090. Pelanggar saat penerapan PPKM .


"2090 kami sudah kenakan pemberian sanksi berupa denda maupun kerja sosial. Kemudian untuk menerapkan kerja sosial, antara lain melakukan aktivitas membersihkan sarana dan prasarana umum, jalan, saluran hingga halte," beber Abi


Untuk penindakan pada restoran, tempat hiburan, atau fasilitas umum lainnya. Sanksi terhadap pengelola usaha yang melanggar jam operasional:

1) Tempat Hiburan

a. Ditegur : 5 tempat

b. Disegel : 2 tempat

2) Restoran

a. Ditegur : 55 tempat

b. Disegel : 5 tempat

3) Café

a. Ditegur : 47 tempat

b. Disegel : 5 tempat

4) Dll. (Warnet/area bermain dan toko retail)

a. Warnet

Ditegur : 11 tempat

Disegel : 5 tempat

b. Toko Retail

Ditegur : 3 tempat

Disegel : 1 tempat

5) Tempat Hiburan Malam :

- Karaoke : 60

- Cafe : 5

- PUB : 2

4. Restoran : 2013

5. Toko Modern : 776

6. Toko Swalayan : 78

7. Pasar Tradisional : 15 (Milik Pemda)

8. Pasar Swalayan : 40


Dalam kegiatan operasi pemerintah kota bekasi melibatkan seluruh unsur yakni. TNI. POLRI. KEJAKSAAN. PENGADILAN dan instansi lain.


Operasi kerap dilakukan untuk menghimbau masyarakat kota bekasi agar selalu mematuhi protokol kesehatan 4 M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan) guna memutus penyebaran Covid-19,"pungkasnya.(Fathir)