Antisipasi Karhutla, Bersama Tomas TNI-POLRI Bangun Embung

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Antisipasi Karhutla, Bersama Tomas TNI-POLRI Bangun Embung

Jumat, 12 Maret 2021

 


ACEH TIMUR,GLOBAL-SATU.com  - Pencegahan atau antisipasi sebelum terjadi kebakaran lahan dan hutan terus di upayakan baik masyarakat dan  instansi Pemerintah.


Kegiatan Teritorial Jum'at (12-03-2021), Babinsa Koramil 14/Rantau Peureulak Kodim 0104/Aceh Timur Koptu Syah Andrianto dan Babinkamtibmas Polsek Rantau Peureulak Aipda Miko yang dibantu oleh tokoh masyarakat Desa Seumaly, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur melaksanakan pembuatan Embung/Kolam penampungan air.



Danramil 14/Rtp Kapten Inf Wagimin mengatakan, dalam rangka mengantisipasi lebih awal ini kami TNI-POLRI Kecamatan Rantau Peureulak bersama tokoh masyarakat membuat penampungan air atau embung untuk menyetok air apabila ada kebakaran karena di musim kemarau ini beberapa sumber air mulai mengering.


Diharapkan, dengan adanya embung ini kita tidak kekurangan sumber air untuk memadamkan api," ujarnya.



Ia juga menjelaskan, selain membuat Embung ini, kami TNI-POLRI juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang Karhutla melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos). 


Dimana dalam setiap pelaksanaan Komsos para Babinsa dan Babinkamtibmas di Kecamatan Rantau Peureulak selalu memberikan himbauan kepada warga, agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. “Tujuannya adalah untuk bersama-sama ikut peduli dalam menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Rantau Peureulak," jelasnya.



Danramil juga merasa sangat bersyukur, hingga saat ini di Kecamatan Rantau Peureulak belum ditemukan adanya titik api. 


Kendati demikian, diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat, saya mengajak untuk dapat mempertahankan kondisi seperti ini. “Harapan kita jangan sampai ada yang melakukan pembakaran lahan”," pintanya.