Komunitas Mojokerto Bersatu Bantu Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Dusun Gajah Desa Ngembeh

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Komunitas Mojokerto Bersatu Bantu Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Dusun Gajah Desa Ngembeh

Sabtu, 20 Maret 2021


MOJOKERTO,GLOBAL-SATU.com - Masih adanya masyarakat belum sempat memiliki atau menikmati rumah layak huni seperti ada beberapa rumah di daerah Mojokerto . Tentunya ini hal yang memprihatinkan melihat kondisi ini, komunitas Mojokerto Bersatu yang terdiri dari beberapa komunitas yaitu Bersama Relawan Indonesia ( Beri), Relawan Tanpa Nama ( RETANA), Gerakan Sosial Mojokerto ( GSM), Inspiratif Muda Mojokerto (IMM), Info Lantas Kriminal Dan Sosial (ILKS), Semangat Masyarakat Relawan ( Semar), Bangga Mojokerto ( BM), Rumah Berbagi (RB) membantu bedah rumah bagi masyarakat yang tidak mampu.


Ronny penanggung jawab kegiatan bedah rumah menuturkan, untuk saat ini tengah melakukan bedah rumah mbah Alimin di Dusun Gajah Desa Ngembeh Kecamatan Delanggu Kabupaten Mojokerto, karena rumahnya sudah tidak layak huni dan hampir roboh serta hidup seorang diri. 


"Beliau mengalami sakit lumpuh. Kegiatan ini kita sudah koordinasi dengan pihak perangkat desa dan meminta ijin secara tertulis. Setelah itu baru kita berani untuk menjalankan kegiatan ini. Dan kita juga ada donatur sehingga bisa langsung kita kerjakan dengan target secepatnya selesai dan layak huni. Serta mbah Alimin juga mendapat perhatian dari pemerintah khususnya perawatan kesehatan,"ungkap Ronny di sela sela kegiatan bedah rumah,Sabtu 20/3/2021.

Disisi lain, Budhi Handayaningsih selaku Penanggung jawab Rumah Berbagi pusat menjelaskan, saat mendapat kabar dari teman-teman relawan di Mojokerto mengabarkan bahwa ada rumah warga yang bernama Mbah Alimin tidak layak huni dan akhirnya kita lakukan survey dan ternyata memang butuh bantuan.


"Kita putuskan untuk membantu dengan berkoordinasi terhadap pemerintah setempat. Karena   tempat tinggal Mbah Alimin memang sudah lapuk dan tidak layak huni serta ditakutkan roboh apabila ada angin atau hujan lebat, sehingga kita putuskan untuk membantu bedah rumah,"imbuh Budhi Handayaningsih. (msa)