Setahun Penanganan Pandemi Covid -19, Jangan Kendor Terapkan Prokes

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Setahun Penanganan Pandemi Covid -19, Jangan Kendor Terapkan Prokes

Rabu, 03 Maret 2021

 


JAKARTA, GLOBAL-SATU.com - Setahun penanganan kasus pandemi Covid -19 di Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti menyampaikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan tetap diperhatikan.


Pasannya jangan kendor,  termasuk juga penguatan 3  T(testing, tracing,  treatment) terus jalan. Dan jangan sampai serta-merta sudah divaksin lalu lalai atau abai  pola hidup sehat ,  ungkapnya. Selasa (2/3/2021).


Lebih rinci kembali, Widyastuti mengatakan  untuk dapat menekan penyebaran covid-19 warga diminta berkolaborasi dengan Pemprov DKI dalam menangani nya.


"Antara pemerintah, swasta, BUMN semua institusi pendidikan itu menjadi suatu yang penting,  untuk mengatasi sesuatu pandemi penyakit menular, kolaborasi menjadi kata kunci yang penting,"jelasnya.


Sementara itu, terkait menurunnya kasus harian yang ada di Jakarta,  Ia mengatakan terjadi karena banyak faktor. 


Pertama,  sambungnya,  tentunya upaya upaya penguatan prokes 3 M yang menjadi kontribusi nyata masyarakat.


Kedua, testing di kita saat ini kondisinya tidak meningkat sekali karena tergantung dari kasus positif, jadi testing tetap kita pertahankan,  Standar  WHO tetap kita jalankan,  jaga jangan  sampai turun di bawah standar WHO. 


"Adapun efek vaksinasi sendiri,  belum dapat dilihat dan dibutuhkan penelitian pengkajian yang lebih mendalam. Dikarenakan untuk bisa terbentuknya Antibodi di dalam tubuh adalah setelah 28 hari dosis vaksin disuntikkan,"pungkasnya.(Doddy SP/Irwansyah).