Pengrajin Tempe Bekasi Timur Keluhkan Tingginya Harga Bahan Baku Kedelai Dan Kacang Hijau Import

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Pengrajin Tempe Bekasi Timur Keluhkan Tingginya Harga Bahan Baku Kedelai Dan Kacang Hijau Import

Sabtu, 27 Maret 2021

 


KOTA BEKASI,GLOBAL-SATU.com - Wakil Wali Kota Bekasi DR. Tri Adhianto tinjau lokasi pengrajin tempe, toge dan tahu yang bertempat di Duren Jaya RT 05 RW 05 Kecamatan Bekasi Timur. Peninjauan tersebut didasari dari dorongan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar dapat terus ditingkatkan produktivitas para pelakunya, Jum'at (26/3/21).


Dalam peninjauan didapati aspirasi dari beberapa pengrajin tempe yang mengeluhkan tinggi harga bahan baku kedelai dan kacang ijo, pembuatan tempe, biasa 17 ribu perkilo dari importir, kini berubah menjadi 38 ribu perkilo. Dari kenaikan tersebut berimbas kepada minim pasokan tahu tempe dipasaran, biasanya para pengrajin tempe memerlukan lebih kurang 2,1 ton perhari, produksi menjadi berkurang dari biasa, merasa berat untuk memenuhi pasokan jika harus menaikan harga tempe, toge dan tahu dipasaran. 



"Yang saya ingin sampaikan kepada Pak Wakil, saya selaku sekaligus mewakili para pengrajin tempe, meminta perhatian dari Pemerintah untuk dapat membantu mengatasi permasalahan bahan baku yang mahal dari importir kepada para pengrajin tempe," Ujar Ihsan Budiman Pengrajin tempe. 


Tri Adhianto selaku Wakil Wali Kota Bekasi menyikapi apa yang menjadi keluhan para pengrajin tempe  menyampaikan akan segera dan  menindaklanjuti keluhan tersebut, proses yang akan dilakukan diantaranya meneruskan keluhan tersebut kepada Wali Kota Bekasi yang kemudian akan diteruskan ke Menteri. 



"Saran saya silahkan dibentuk paguyuban para pengrajin tahu tempe kemudian bentuk koperasi yang bekerjasama pemerintahan, dengan demikian selain mendapatkan legalitas paguyuban, jika ada permasalahan seperti hal demikian bisa kita teruskan ke Kementerian terkait," kata Tri Adhianto. 


Tri berharap untuk sementara ini para pengrajin tempe agar tetap produktif seperti biasa, selagi Pemerintah mencoba untuk menyelesaikan permasalahan terkait bahan baku kedelai dan kacang ijo yang tinggi dipasaran. (Fathir)