Ribuan Buruh Siap Lakukan Aksi Didepan Istana dan Mahkamah Konstitusi, Batalkan UU Cipta Kerja.

Ribuan Buruh Siap Lakukan Aksi Didepan Istana dan Mahkamah Konstitusi, Batalkan UU Cipta Kerja.

Rabu, 28 April 2021

 


JAKARTA, GLOBAL-SATU.com -  Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal mengungkapkan,  50 ribu buruh dari berbagai elemen akan mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional ( May Day) pada 1 Mei 2021.


Menurut Said Iqbal, sebanyak 50 ribu  buruh/pekerja dari 3000 perusahaan/ pabrik di 200 kabupaten/kota, dan 24 provinsi. Sedangkan untuk aksi di Jakarta akan dipusatkan di Istana dan Mahkamah Konstitusi.


"Ada dua isu utama yang akan kami  usung dalam May Day tahun ini,"kata Said Iqbal dalam konferensi pers, Selasa (27/4/21).


"Isu pertama adalah batalkan UU Cipta Kerja sedangkan yang kedua adalah berlakukan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota ( UMSK)  tahun 2021,"tambahnya.


Seperti diketahui, KSPI saat ini sedang melakukan uji formil dan uji materiil terhadap UU Cipta Kerja. karenanya,  Mahkamah Konstitusi mendengarkan apa yang disampaikan kaum Buruh dalam May  Day.


Menurutnya, penolakan kaum Buruh terhadap Omnibus Law bukan tanpa alasan bagi kami UU Cipta kerja menghilangkan Kepastian Kerja ( Job Security),  Kepastian Pendapatan ( Income Security), dan Jaminan Sosial ( Social Security).


"Ketidakpastian kerja ini tercermin dengan dibebaskan penggunaan outsourcing untuk semua jenis pekerjaan.  Sehingga bisa saja, seluruh buruh yang dipekerjakan oleh Pengusaha adalah buruh outsourcing,"kata Said Iqbal.


"Begitupun dengan buruh kontrak,  yang saat ini tidak ada lagi batasan periode kontrak,  sehingga buruh  bisa dikontrak berulang-ulang hingga puluhan kali,"sebut dia


Dengan tidak adanya jaminan sosial keberadaan jaminan  kehilangan  pekerjaan (JKP) dinilai belum mampu memberikan proteksi kepada buruh yang kehilangan pekerjaan. Selain itu buruh kontrak  dan outsourcing  akan sulit mengakses JKP, dana JKP pun  diambil dari dana  JKK dan JKM,  sehingga kedepan dikawatirkan akan terjadi gagal bayar.


Said  Iqbal mengaku sudah bertemu dan berkoordinasi dengan gerakan mahasiswa seperti BEM SI,  KAMMI,  dan beberapa BEM di kampus besar terkait aksi May Day. Saat May Day nanti mahasiswa dan buruh akan bersatu dan turun  jalan bersama untuk menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law.


"Karena masalah omnibus law bukan hanya masalah kami yang saat ini sedang bekerja,   tetapi juga generasi muda yang nanti akan memasuki pasar kerja,"pungkas Said Iqbal. .(Doddy Sp/Jaya Kerta).