Empat Begal Ngaku Polisi Diciduk Dihadiahi Timah Panas

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Empat Begal Ngaku Polisi Diciduk Dihadiahi Timah Panas

Selasa, 25 Mei 2021

 


SAMARINDA,GLOBAL-SATU.com - Empat kawanan pelaku kasus pencurian dan kekerasan diringkus Tim Marabunta unit satuan reserse kriminal (Satreskrim) Kepolisan sektor (Polsek) Samarinda Ulu. Lantaran melawan saat diamankan, para pelaku di hadiahi timah panas, selain itu untuk melancarkan aksinya para pelaku mengaku sebagai anggota polisi.

Sambil melangkah terseok pincang dan di papah keempat pelaku di gelandang menuju ruang pres rilis Polsek Samarinda ulu pada Senin( 25/5/2021).


Pelaku berinisial AFH alias Botak (41), AW alias GR (44), AF alias Ari Telor (39), dan AP (29) diamankan Tim Marabunta di kediamannya di kawasan Samarinda Ulu, usai menerima laporan dari salah seorang pelapor yang identitasnya di rahasiakan pada Minggu (24/5/2021).


Sementara salah satu pelaku lainnya berinisial AHA hingga kini masih buron dan masuk di dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zainal Arifin didampingi Kanit Reskrim IPDA Fahrudi bersama jajaran Marabunta saat menggelar konfrensi Pers mengungkapkan, keempat Tersangka melakukan aksinya dimalam hari sekitar pukul 22.00 Wita di sejumlah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kawasan Samrinda Ulu, kota Samarinda.


Lanjut Kapolsek modus pelaku, dengan mengikuti korban saat berada di ruas jalan, lalu memepeti si korban. 


Setelah berhasil menghentikan para pelaku kejahatan mendatangi dan mengaku polisi untuk dapat menggeledah identitas serta barang barang korban.


Setelah itu korban di bawa ketempat sepi diturunkan dan kendaraan korban dibawa pelaku lainnya dan nantinya diambil di kantor polisi terdekat.

"Kami berhasil meringkus kawanan begal yang mengaku sebagai anggota kepolisian" ucap AKP Zainal Arifin.


Modus mereka mengikuti korbannya dari belakang, setelah dipepet oleh para pelaku, mereka melakukan penggeledahan seolah-olah mereka ini adalah polisi," imbuhnya.


Mengenai luka kaki yang dialami pelaku, AKP Zainal Arifin mwnambahkan Para pelaku di hadiahi timah panas lantaran melakukan perlawanan saat diamankan.

"Pada saat penangkapan, keempat pelaku melakukan perlawanan. Oleh sebab itu, kami melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku," tegasnya.(*)