Klarifikasi PT.Rantau Utama Bhakti Terkait Tanggul Yang Jebol

Iklan Semua Halaman

 


Dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19 dengan cara menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan * Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci penting pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu bisa dimulai dari kedisiplinan di dalam rumah, terutama jika salah satu anggota keluarga aktif beraktifitas di luar rumah. Kesadaran dan peran seluruh anggota keluarga untuk saling melindungi satu sama lain dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sangatlah penting. * Yuk, patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M!

Klarifikasi PT.Rantau Utama Bhakti Terkait Tanggul Yang Jebol

Sabtu, 22 Mei 2021

 o


 BERAU,GLOBAL-SATU.com  - Akibat intentitas hujan yang deras di daerah hulu sungai kelay dan Segah mengakibatkan Meluapnya air yang mengakibatkan banjir tahunan di 14 kampung 4 kecamatan di Kabupaten Berau.


PT.Rantau Utama Bhakti (PT.RUB) dan PT. Putra Perkasa Abadi (PT.PPA) membuat kegiatan Press release di IP Cafe Jalan Murjani 2, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau  dengan mengundang para awak media TV,online dan cetak. Selain para awak media hadir juga kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK)  Sujadi dan kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau H. Tamrin, Sabtu (22/5/21).


Manajemen PT.RUB diwakili oleh Jimmy Kepala Teknik Tambang memberikan klarifikasi bahwa adanya sebuah video yang viral di medsos kejadian itu dipastikan  bukan di daerah areal tambang site Bena baru, video yang banyak beredar di medsos, FB, IG, WhatsApp.


"Itu kami nyatakan tidak benar,  video yang beredar melihatkan sebuah alat berat yang bukan milik PT.RUB. Kami juga sadar dengan viralnya video yang beredar banyak masyarakat yang sangat resah,"jelas Jimmy

Adapun pernyataan dari kepala Dinas DLHK Berau Sujadi mengatakan, kalau ini memang dari meluapnya banjir tahunan. "Sudah 10 tahun memang kejadian banjir di tahun 2021 ini adalah yang terbesar, Sehingga air banjir memasuki ke tanggul tambang PT.RUB . AMDAL sudah di laksanakan sesuai dengan aturan," jelas  Kadis DLHK .


Begitu juga Tanggapan dari Kepala  BPBD Berau H Tamrin yang ikut hadir acara press release ini juga sudah membuat klarifikasi ke media nasional lainnya beberapa hari yang lalu,  menyatakan ini adalah akibat meluapnya air sungai Kelay dari hulu yang mengakibatkan banjir tahunan.


"Bencana ini memang tidak bisa dihindari karena bencana alam yang terjadi,'' ujar H.Tamrin (Arie)