24 C
id

Camat Sambaliung : Diharapkan Kedepan Tidak Ada Lagi Penumpukan Sampah di Simpang Jalan Sepi

 


BERAU, GLOBAL-SATU.com - Sampah memang selalu menjadi persoalan bersama jika dibuang tidak pada tempat yang semestinya, selain lingkungan tampak kotor, juga menjadi sumber biang penyakit, apa lagi sampai menimbulkan bau yang tak sedap.


Dari pantauan  Global-Satu.Com ,Kamis (24/6/2021) terlihat tumpukan sampah masih berserakan dipinggir jalan Bukit Berbunga Sambaliung,walau sudah dipasang himbawan dari Pemerintah Kecamatan Sambaliung namun seperti kurang mengandung arti tetap saja menjadi tempat tumpukan sampah.


Saat dijumpai Camat Sambaliung, Nazarudin mengatakan sampah yang kelihatan berserakan itu disinyalir berasal dari sampah rumah tangga,  guna mengatasi hal itu telah dilakukan upaya pemagaran titik lokasi, himbauan pada masyarakat, melakukan Goro, walau ketersediaan amrol (bak sampah angkut) memang dirasa kurang tapi tempat sampah disekitaran pemukiman rumah padat penduduk sudah tersedia 80% sampai 85%, hal semacam ini (tumpukan sampah) diharapkan kedepan tidak ada lagi penumpukan dipersimpangan jalan sepi.


"Ketersediaan amrol ini memang sangat diperlukan, dengan adanya penambahan itu menjadi solusi juga, kami saja membuat pagar semi permanen itupun dari seng-seng bekas, karena mengingat anggaran," tutur Nazarudin ,Jumat (25/6/21) pagi.


Selain itu, Camat Sambaliung juga mengutarakan keprihatinannya terhadap penanganan sampah karena persoalan bersama perlu adanya perhatian khusus jika penanganannya terabaikan hingga terus bertambah maka tidak saja menimbulkan pencemaran atau bau tak sedap tapi juga rentan sebagai biang penyakit yang menular bisa saja terjadi, namun ia berharap dukungan dari stakeholder terkait guna pengalokasian anggaran yang memadai terhadap penanganan sampah diwilayah Kecamatan Sambaliung.


"Diharap pada rapat koordinasi tingkat kabupaten  dipimpin pak asisten I atau pak wabub, kami sudah melakukan rapat pembahasan terkait upaya penangan sampah ini tapikan kewenangan terbatas," ucap Nazarudin .



Perihal yang sama Kabid Kebersihan DLHK Berau, Anwar menjelaskan  dalam situasi keterbatasan anggaran kebersihan tidak menutup kemungkinan langkah penanganan   sampah terus dilakukan pemisahan sampah 70% yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terkait penyedian amrol segera teralokasi di bulan Oktober 2021 dan direncana dibulan Agustus ini juga dibuat tempat penampungan permanen dibangun di lokasi-lokasi pembuangan sampah selanjutnya bisa diangkut petugas kebersihan ke TPA, saat disinggung terkait penghargaan adipura kita akan melakukan hal terbaik.


"Petugas kebersihan bekerja tapi kembali lagi kesadaran dari masyarakat, kita sudah lakukan rencana tambahan membangun bak tampung sampah, penambahan amrol, dan pemisahan sampah" jelas Anwar diruang kerjanya (28/6/21) pagi.



Menurut Jumadi, warga yang kerap melitasi jalan disekitar pembuangan sampah itu mengatakan memang terlihat kurangnya kesadaran dari masyarakat bahwa penting menjaga kebersihan lingkungan,walau sudah ada bak-bak sampah kecil didepan setiap rumah yang dianggarkan di Kelurahan Sambaliung kegiatannya melalui hampir disetiap RT, ditambah lagi setiap minggu sering dilakukan goro (gotong royong) namun sampah tetap saja ditemukan tercecer seperti terlihat saat ini.


"Sampah yang bertumpukan ini karena tidak diangkut petugas atau kurangnya tenaga kebersihan  dan ditambah lagi warga kurang sadar, ingin mudahnya saja jadi membuang sembarang terus"  ucap jumadi sambil melanjutkan perjalanannya. (Arie)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4