24 C
id

Peringatan HANI 2021, Bentuk Keprihatinan Bahaya Narkoba

JAKARTA,GLOBAL-SATU.com - Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 yang dilaksanakan di GOR Balai Besar Rehabilitasi Lido Bogor, mengusung tema *"Perang Melawan Narkoba _(War On Drugs)_ di Era Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar)* merupakan momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat tentang bahaya dan ancaman narkoba bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.(28/6)


Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr (HC) K.H Ma'ruf Amin hadir dan bertindak selaku Inspektur Upacara memimpin jalannya pelaksanaan upacara HANI 2021 yang disiarkan secara virtual dari kediaman Wapres. Beliau mengatakan bahwa saat ini seluruh negara masih menghadapi dua musuh besar yaitu Covid-19 yang mengancam kesehatan dan narkoba yang mengancam kelangsungan kehidupan masyarakat. Permasalahan yang dihadapi saat ini cukup kompleks, selain banyaknya jaringan sindikat narkoba yang mengedarkan melalui jalur laut, narkoba juga banyak disalahgunakan oleh masyarakat di kalangan usia produktif serta saat ini narkoba juga telah merambah sampai  ke desa-desa. Oleh karena itulah, program penanggulangan narkoba dari desa merupakan salah satu terobosan yang dinilai efektif.


Kepala BNN RI pada sambutannya  melaporkan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia terkait  upaya-upaya yang telah dilakukan BNN RI dan jajarannya dalam mengimplementasikan strategi P4GN, diantaranya  program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di 553 Desa, Program _Alternatife Development_ di 14 Desa di Aceh dan 128 desa di kawasan rawan narkoba, peningkatan aksesibilitas layanan rehabilitasi melalui Intervensi Berbasis Masyarakat di 34 provinsi dan 173 Kabupaten/Kota, Pengungkapan 107 jaringan sindikat narkotika, menyita 3,52 Ton sabu, 5,91 ton ganja, 87,5 hektar ladang ganja, dan 515,519 butir ekstasi, serta menyita aset bandar narkoba senilai Rp. 116.862.409.817


Kepala BNN RI  menyampaikan sinergitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) menitikberatkan pada implementasi rencana aksi  Kementerian/ Lembaga dan Pemerintahannya daerah sesuai Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN tahun 2020-2024. Strategi yang dilaksanakan yaitu  melalui _Soft Power Approach_ yang menitik beratkan pada aktifitas rehabilitasi dan pencegahan yang bertujuan agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika. Sementara _Hard Power  Approach_ merupakan aktifitas pemberantasan dalam hal ini penegakan hukum yang tegas dan terukur.  Sedangkan untuk _Smart Power Approach_ dilaksanakan melalui  pemanfaatan teknologi informasi yang maksimal di era digital dalam rangka mendukung upaya P4GN di Indonesia.


Kepala BNN RI  menyampaikan ucapan terima kasih dan  apresiasi yang  setinggi-tingginya atas kerjasama dan sinergitas kepada seluruh pihak dan memohon  kesediaan Wakil Presiden RI untuk meresmikan *"Pencanangan Gerakan Desa Bersinar menuju Indonesia Bersinar." (HNY)*


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4