24 C
id

Pupuk Tidak Berlabel Resmi Beredar di Wilayah Berau,Satreskrim Polres Berau Ringkus 1 Tersangka

 


BERAU, GLOBAL-SATU.com - Pengungkapan Beredarnya Ribuan Kilogram Pupuk Ilegal di Berau, Waka Polres Berau, Kompol Ramadhanil disertai Kasat Reskrim, AKP Fery melakukan konfrensi pers, Selasa, 23/6/21 di mako polres Berau Jln.Pemuda, Tanjung Redeb,Kabupaten Berau.



Waka Polres Berau, Kompol Ramadhanil pada keterangan presnya pengungkapan kasus pengedaran pupuk yang tidak berlebel resmi ini  berawal dari adanya laporan masyarakat pada Unit Reskrim Polsek Gunung Tabur, kemudian disampaikan ke Sat Reskrim Polres Berau, setelah dilakukan penyelidikan oleh Unit Opsnal dan Unit Tipiter sat Reskrim polres Berau berhasil mengamankan satu orang dengan inisial SR (48) warga Kabupaten Bojonegoro beserta barang bukti di Kecamatan Talisayan 20/6/21.


"Telah beredar pupuk tidak berlabel merek mutiara di berau, tersangka selama dua minggu telah menjual 50 ton pupuk yang didatangkan dari gersik jawa timur," ungkap waka polres berau.



Lanjut Waka Polres, dari tersangka SR telah diamankan Pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 136 karung ukuran 50 kg dengan berat total sekitar 6,8 Ton, Uang Tunai hasil penjualan sebesar Rp.68.470.000,  beserta 5 unit kendaraan roda 4 jenis pickup.


"Pupuk yang diedarkan ini sifatnya home industri dan kita masih melakukan pengembangan apakah ada tersangka lainnya," papar Ramadhanil.


Sementara itu Kasat Reskrim, AKP Fery mengatakan akan terus dilakukan pengembangan terhadap kasus ini terkait peredaran pupuk ilegal antar provinsi, karena tersangka SR berperan mendatangkan pupuk dari luar Berau dan merekrut 14 orang lainya saat ini sebagai saksi, uang dari hasil penjualan juga dikelola oleh tersangka


"Perlu dilakukan uji labor terkait kandungan didalam pupuk, dan kita akan lakukan koordinasi untuk itu," ujar Fery.


Atas tindakannya pelaku dapat disangkakan melanggar pasal 122 RI Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan terancam Pasal 73 ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 3 miliar. (Arie)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4