24 C
id

886 Perusahaan Ditutup Sementara Selama PPKM Darurat

 


JAKARTA, GLOBAL-SATU.com - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Nakertrans dan Energi) DKI Jakarta memeriksa sebanyak 1.223 perusahaan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sebanyak 886 perusahaan ditutup sementara karena melanggar ketentuan PPKM.


Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan,  sepanjang pelaksanaan PPKM darurat, pihaknya terus memberikan pengawasan ketat. Dimana 1.223 perusahaan yang diperiksa itu dilakukan sejak tanggal 3- 20 Juli 2021.


"Dari seluruhnya, 886 perusahaan dilakukan penutupan, dengan rincian 809 perusahaan ditutup karena ada karyawan yang terkonfirmasi Covid - 19," katanya,  minggu ( 5/7/21).


Selain itu, kata Andri,  77 Perusahaan juga  ditutup karena melanggar protokol kesehatan. Dimana pelanggaran meliputi jumlah pekerja lebih dari ketentuan. Namun, sebelum  penutupan sementara pihaknya lebih dulu melakukan pembinaan lewat teguran tertulis kepada perusahaan yang melanggar.


Menurut mantan Camat Jatinegara ini dalam PPKM darurat dan Level 4 terdapat ketentuan protokol kesehatan bagi perusahaan yang berbeda  dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  DKI Jakarta.


Bahwa perusahaan esensial dilarang menggunakan sistem shift  kerja untuk pegawai meski dalam satu shift-nya  jumlah pegawai yang masuk dibatasi 50% sesuai ketentuan PPKM.


"Memang waktu kita (Pemprov DKI) melakukan PSBB hal itu dibenarkan, jadi 50% shift satu, 50% shift dua, jadi cukup satu shift  saja jangan dua shift karena pertimbangan faktor kelelahan karyawan,"pungkasnya.(Doddy SP/Irwansyah).

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4