24 C
id

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien COVID-19 Bisa Berujung Pidana

 


BERAU, GLOBAL-SATU.com -Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono, SH, SIK, MH mengatakan akan menindak tegas orang yang melawan petugas saat menjalankan tugas pencegahan, penanggulangan dan pendisiplinan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.Termasuk, dalam hal ini, mengambil paksa jenazah pasien COVID-19.


Bukan kali pertama, kasus merebut paksa jenazah pasien COVID-19 terjadi di Kabupaten Berau. Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb, pada Minggu (8/8/2021) kemarin. Kasus serupa juga terjadi pada Jumat (6/8/2021) malam. Diketahui, pihak keluarga tidak menerima pasien ‘di-COVID-kan’ oleh pihak rumah sakit.


“Itu sebenarnya kesalah pahaman, lantaran terlambatnya hasil swab PCR (Polymerase Chain Reaction) dari klinik swasta,” ujarnya, Senin (9/8/2021).


Untuk itu, Kepolisian Resor Berau bersama Kodim 0902/ Berau dan Kejaksaan Negeri Berau akan menindak tegas orang melawan petugas di saat pandemi seperti sekarang.


Selain itu, tindakan melawan petugas yang sedang menjalankan tugasnya bisa terancam hukuman pidana. Diantaranya sebagai berikut:


1. Pasal 212 KUHP

Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.


2. Pasal 214 KUHP

(1) Paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.


(2) Yang bersalah dikenakan:

1. pidana penjara paling lama delapan tahun enam bulan, jika kejahatan atau perbuatan 

lainnya ketika itu mengakibatkan luka-luka;

2. pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika mengakibatkan luka berat;

3. pidana penjara paling lama lima helas tahun, jika mengakibatkan orang mati.


3. Pasal 216 KUHP

(1) Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.


(2) Disamakan dengan pejahat tersebut di atas, setiap orang yang menurut ketentuan 

undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatan umum.


(3) Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga, maka pidananya dapat ditambah sepertiga.


4. Pasal 218 KUHP

Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.


"Menyusul insiden terjadinya pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19, Polres Berau saat ini siap memberikan pengamanan dengan menempatkan personelnya di rumah sakit. Hal itu lantaran adanya beberapa kejadian di rumah sakit yang membawa pulang secara paksa jenazah pasien COVID-19 menjadi perhatian banyak pihak,"Jelas Kapolres


Untuk itu, penempatan personel kepolisian di rumah sakit dimaksudkan agar kejadian tersebut tidak terulang. Penempatan personel di rumah sakit, juga dimaksudkan agar warga khususnya keluarga pasien COVID-19 tidak berbuat seenaknya dengan menyerbu rumah sakit untuk membawa pulang kerabatnya yang sudah didiagnosis positif COVID-19. Langkah itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penularan wabah COVID-19 .


Anggoro juga mengatakan Personel yang akan ditempatkan di rumah sakit tersebut merupakan gabungan anggota dari Polres Berau dan Polsek Tanjung Redeb, yang juga akan dibantu oleh personel dari Kodim 0902/Berau dan jajarannya.


"Kami harap masyarakat tidak melakukan hal-hal yang bisa berakibat bagi keluarga dan tetangga, Mari saling menjaga dan menguatkan, kita ikuti imbauan pemerintah dan serahkan semuanya kepada para tenaga medis,"tutupnya.

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4