24 C
id

Instalasi Jaringan Listrik Rutan Klas II B Tanjung Redeb di Cek PLN Berau

 


BERAU, GLOBAL-SATU.com - Instruksi  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) ditujukan terhadap seluruh Rutan maupun Lapas se Indonesia. terkait atas peristiwa kebakaran di Lapas Klas I Tanggerang beberapa waktu lalu.


Menteri Hukum dan Ham, Yosanna Laoly meminta pada seluruh Lapas dan Rutan se Indonesia untuk dilakukan pengecekan terkait instalasi jaringan listrik.


Tidak lanjut dari intruksi tersebut, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Tanjung Redeb Puang Dirham segera berkoordinasi dengan PLN Berau dalam pengecekan instalasi jaringn listrik arus pendek, disebabkan, sejak tahun 1995 hingga kini, instalasi di rutan Tanjung redeb belum adanya peremajaan.


“Kita ikut berduka dengan peristiwa tersebut, karena kita tahu bahwa itu juga merupakan lapas yang overload,” tutur Karutan pada kamis, 9/09/21.


Puang Dirham mengatakan sebagai antisipasi kejadian yang sama, Dia langsung segera mendatangkan tim dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Berau dalam melakukan pengecekan agar kejadian tersebut tidak dialami di Rutan Tanjung Redeb.


“Kita saat ini terkendala oleh anggaran, semoga saja dalam melakukan peremajaan ini kami bisa dibantu dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau atau pihak lain, karena memang ini adalah salah satu hal yang sangat urgen,” ujar Puang Dirham.


Kejadian di Lapas Klas I Tanggerang menjadikan pembelajaran, dikarenakan peristiwa semacam itu tidak terpikirkan bisa saja terjadi hingga berimbas besar dan menyebabkan banyak korban.

 

“Ini tentu menjadi pembelajaran bagi kami di daerah,”imbuhnya.



Selain itu, menurutnya kejadian tersebut terjadi juga karena Lapas Klas I Tanggerang memang sangat luas dan juga dengan jumlah warga Pemasyarakatan yang banyak tapi dengan petugas yang sedikit hingga tidak bisa terelakkan.


“Berkaca dari kejadian ini, saya langsung mengirimkan SOP kepada sipir pada saat keadaan darurat tindakan apa yang harus dilakukan jika seperti itu,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Puang Dirham mengatakan sedangkan Rutan Klas II B Tanjung Redeb sendiri dengan lokasi yang tidak terlalu luas sehingga bisa dapat dikontrol cepat melakukan pengecekan secara langsung oleh pihak PLN Berau.


“Walaupun belum dilakukan peremajaan saat ini, karena anggaran yang kurang dan kedepan akan dilakukan, fokus saat ini meminimalisir terjadinya hal yang sama adalah dengan cara memperbanyak Miniature Circuit Breaker (MCB),” jelasnya.


Untuk saat ini Rutan Klas II B Tanjung Redeb yang semestinya di huni sebanyak 195 warga binaan , sedangkan hari ini ada sebanyak 698 warga binaan. (Arie).

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4