24 C
id

Supervisi Program Pencegahan Narkoba Untuk Anak dan Remaja Indonesia Yang Sehat dan Berpotensi

 


BALI, GLOBAL-SATU.com - Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan supervisi program bidang pencegahan yang menjadi prioritas nasional dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), pada Rabu (8/9).


Supervisi dilakukan secara virtual kombinasi kepada instansi vertikal BNN di wilayah provinsi (BNNP) dan Kabupaten/Kota (BNNK) melalui pelaksanaan pengembangan _Soft Skill_, Remaja Teman Sebaya, serta Ketahanan Keluarga Anti Narkoba yang dilakukan secara luring oleh Deputi Pencegahan BNN dan BNNP Bali sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.


Direktur Informasi dan Edukasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, Drs. Iman Soemantri., M.Si., yang mewakili Deputi Pencegahan BNN, dalam sambutannya menyampaikan bahwa  program pencegahan yang berfokus pada perkembangan anak-anak dan remaja merupakan hal yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.


Perkembangan anak-anak dan remaja yang sehat dan aman dapat mendukung mereka dalam mewujudkan bakat dan potensi sehingga dapat memberikan kontribusi kepada komunitas dan masyarakat.


“Pencegahan yang efektif berkontribusi secara signifikan terhadap keterlibatan positif anak-anak, remaja, dan orang dewasa dengan sekolah,  tempat kerja, dan masyarakat terutama di lingkungan keluarga,"ujar Direktur Informasi dan Edukasi Deputi Pencegahan BNN lebih lanjut.


Oleh karena itu dibutuhkan intervensi bidang pencegahan melalui program pengembangan _soft skill_, remaja teman sebaya, dan program ketahanan keluarga anti Narkoba.



Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengembangan _soft skill_ bertujuan agar anak remaja atau siswa memiliki kesiapan untuk bersih dari Narkoba, menemukan  kepercayaan diri dalam bersosialisasi, sehingga akan memperkuat citra positif siswa.


Program yang dilakukan oleh BNNP dan BNNK di wilayah kerja masing-masing ini menyasar SMP dan SMU sederajat yang terdiri dari kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan siswa. 


Melalui pelaksanaan kegiatan ini akan didapatkan data tentang karakteristik sekolah dan siswa sehingga dalam pengembangannya akan diperoleh strategi yang lebih baik untuk diaplikasikan pada tahun-tahun selanjutnya.


Dalam jangka panjang pengembangan _soft skill_ bermanfaat untuk kematangan pola pikir dan mental serta kemampuan sebagai problem solver untuk diri siswa dan lingkungannya.


Pada BNNP Bali, program pengembangan _soft skill_ dilakukan di lingkungan SMP Tunas Harapan Jaya Denpasar yang berada di kawasan Desa Bersinar (Bersih Narkoba), Desa Pemogan Denpasar, Bali.


Sub Koordinator Pencegahan – Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Bali, Agung Witarini, mengatakan bahwa pelatihan _soft skill_ di SMP Tunas Harapan Jaya pada kesempatan ini merupakan pelatihan ketiga yang diberikan oleh BNNP Bali.


“Pada pertemuan ketiga ini, para peserta yang merupakan pihak sekolah bersama siswa/i SMP Tunas Harapan Jaya akan mendapatkan pengarahan dari Deputi Pencegahan BNN serta diberikan pelatihan _public speaking_ dan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba," ujar Agung Witarini dalam pemaparannya tentang teknis pengembangan pelatihan _soft skill_ yang dilakukan oleh BNNP Bali.


Sementara itu, tak jauh berbeda dengan pengembangan _soft skill_, pada kegiatan pencegahan lainnya yaitu Remaja Teman Sebaya dilakukan melalui pelatihan keterampilan bagi remaja dan penguatan remaja teman sebaya sehingga dapat terhindar dari penyalahgunaan Narkoba.



Perkembangan remaja tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga saja, melainkan lingkungan di luar keluarga. Remaja bersekolah cenderung akan berkembang mengikuti lingkungan di sekolahnya, yaitu teman sebayanya. Begitu juga dengan pertemanan diluar sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa teman sebaya membawa pengaruh luar biasa bagi perkembangan anak, baik positif maupun negatif.


Pada program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, BNN memberikan penguatan kepada keluarga melalui pendidikan anti Narkoba untuk meningkatkan daya tangkal dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.


Program ini berdampak signifikan pada peningkatan kemampuan parenting orang tua, peningkatan resiliensi anak, serta penurunan perilaku negatif anak.


Direktur Informasi dan Edukasi Deputi Pencegahan BNN berharap, meskipun kegiatan supervisi program pencegahan ini tidak dilakukan melalui tatap muka secara langsung dengan BNNP dan BNNK lainnya, namun tidak semerta mengurangi semangat Kita dalam melakukan P4GN untuk mewujudkan Indonesia Bersinar yang dicita-citakan. (DND)


*HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI*

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Ads Single Post 4