banner 728x250. banner 728x250.
banner 728x250. banner 728x250. banner 728x250.
News  

Disperindag Akan Menyelenggarakan Operasi Pasar Dalam Rangka Lonjakan Harga Komoditi Pangan

KOTA BEKASI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi mengungkapkan akan mengadakan operasi pasar apabila dibutuhkan oleh masyarakat. Terkait harga barang kebutuhan pokok relatif stabil per 20 Desember 2021, namun terdapat empat komoditi pangan di Pasar Baru dan Kranji yang mengalami kenaikan signifikan.

Analisis Perdagangan Disperindag Kota Bekasi Eko Wijatmiko menyebut, daging ayam ras, cabai, beras dan telor ayam negeri menjadi komoditi yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (21/12/21) Sore.

“Daging ayam ras naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 38.000/kg menjadi Rp 40.000/kg, cabai rawit merah naik Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 85.000/kg menjadi Rp 90.000/kg, telor ayam negeri naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 23.000/kg menjadi Rp 25.000/kg, dan beras mercy naik Rp 500 dari sebelumnya Rp 12.500/kg menjadi Rp13.000/kg,” ungkapnya,  Senin (20/12/2021).

Eko juga menjelaskan, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan oleh tinggi harga input produksi seperti harga DOC broiler yang diatas harga acuan dan harga pakan ternak seiring dengan kenaikan harga jagung.

Kemudian terkait kenaikan harga cabai, Dia menjelaskan, disebabkan karena daerah penghasil yang sedang mengalami perubahan iklim cuaca.

Namun demikian, untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan menjelang perayaan natal dan tahun baru, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Langkah-langkah Disperindag dalam mengantisipasi lonjakan harga paling berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Ketapang dan Dinas Pertanian agar pasokan itu tidak tersendat masuk ke Kota Bekasi sebagai daerah konsumtif untuk kebutuhan tersebut,” lanjutnya.

Eko juga menganjurkan kepada rumah tangga dan pedagang seperti rumah makan yang menggunakan kebutuhan cabai segar agar memanfaatkan cabai kering supaya bisa mengurangi permintaan.

“Untuk kebutuhan cabai pasca masa PPKM ini memang banyak permintaan (demain) baik rumah tangga maupun rumah makan dan restauran sehingga kekurangan kebutuhan tersebut,” kata Eko.

Eko menambahkan, pihaknya juga akan mengadakan operasi pasar apabila dibutuhkan oleh masyarakat

“Operasi pasar ini dalam rangka mengantisipasi inflasi,” kata Eko.

Untuk komoditas pangan lainnya seperti beras IR 64 masih stabil di angka Rp 10.000 per kilogram. Demikian juga dengan beras termurah yang masih stabil di harga Rp 9.000 per kilogram. Gula pasir sejak minggu lalu masih ada di harga Rp14.000 per kilogram.

Kemudian minyak goreng curah masih harga Rp19.000 per liter, daging sapi lokal harga Rp120.000 per kilogram, tepung terigu harga Rp 8.000 per kilogram, bawang merah harga Rp 30.000 per kilogram, bawang putih impor harga Rp 25.000 per kilogram, bawang bombai harga Rp 25.000 per kilogram, bawang putih impor harga Rp 28.000 perkilogram.

Sementara aneka ikan laut seperti kembung masih harga Rp 40.000 per kilogram, teri di harga Rp 110.000 per kilogram, tongkol harga Rp 45.000 per kilogram, bandeng harga Rp40.000 per kilogram dan cakalang harga Rp 35.000 per kilogram. Sedangkan harga garam yodium Rp 18.000 per kilogram. (Drm/Mira/Fathir)